Korsel Masih Mampu Tangkal Ancaman Korut
— Paragraf 1 —
SEOUL – Korea Selatan (Korsel) pada Rabu (11/3) mengatakan bahwa mereka dapat mencegah ancaman dari Korea Utara (Korut) bahkan jika Amerika Serikat (AS) memindahkan sebagian aset militernya ke Timur Tengah di tengah perang di Iran.
— Paragraf 2 —
AS yang merupakan sekutu keamanan utama Korsel, menempatkan sekitar 28.500 tentara dan berbagai sistem pertahanan udara dan misil di Korsel untuk membantu mencegah agresi dari Korut yang memiliki senjata nuklir.
— Paragraf 3 —
Washington Post pekan ini melaporkan bahwa AS telah memindahkan sebagian dari sistem misil Terminal High Altitude Area Defence (THAAD) miliknya dari Korsel ke Timur Tengah, mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya.
— Paragraf 4 —
“Terlepas dari apakah aset-aset USFK tertentu dikerahkan ke luar negeri, tidak ada masalah sama sekali dengan postur pencegahan kita terhadap Korut, mengingat tingkat kemampuan militer kita,” kata kementerian pertahanan dalam sebuah pernyataan kepada AFP pada Rabu, merujuk pada komando Pasukan Amerika Serikat di Korea (USFK).
— Paragraf 5 —
Kementerian tersebut menolak untuk mengkonfirmasi laporan dari Washington Post tersebut.
— Paragraf 6 —
Sistem pertahanan misil THAAD dirancang untuk mencegat misil balistik jarak pendek, menengah, dan jauh menggunakan teknologi “hantam-dan-hancurkan”.
— Paragraf 7 —
Perangkat itu dipasang di Korsel pada tahun 2017, sebuah langkah yang memicu protes keras dari Tiongkok.
— Paragraf 8 —
Presiden Lee Jae-myung mengatakan pemerintahnya tidak senang dengan laporan pemindahan aset tersebut, tetapi mengakui bahwa tidak banyak yang dapat mereka lakukan mengenai hal itu.
— Paragraf 9 —
“Pemerintah menentang penarikan beberapa senjata pertahanan udara oleh USFK untuk kebutuhan militernya sendiri,” kata dia pada Selasa (10/3). “Namun kenyataan pahitnya adalah kita tidak mampu sepenuhnya menerapkan pendapat kita.”
— Paragraf 10 —
Sebuah foto yang diambil oleh kantor berita Yonhap pekan lalu dan dirilis pada Selasa tampaknya menunjukkan bagian-bagian dari baterai THAAD yang sedang dibongkar di Kabupaten Seongju, sekitar 220 km selatan Seoul.
— Paragraf 11 —
Seorang pejabat kepresidenan mengatakan kepada AFP bahwa tidak pantas untuk mengomentari pertanyaan mengenai penempatan kembali aset militer apa pun dan memperingatkan agar media tidak berspekulasi.
— Paragraf 12 —
“Laporan spekulatif tentang hal-hal yang sensitif secara militer tidak diinginkan mengingat kepentingan keamanan kita dan hubungan kita dengan negara-negara utama di Timur Tengah,” kata dia.
— Paragraf 13 —
Pamer Kekuatan
— Paragraf 14 —
Sementara itu kantor berita KBS pada Rabu melaporkan bahwa pemimpin Korut, Kim Jong-un, telah memantau langsung uji coba peluncuran tambahan misil jelajah strategis dari kapal perusak baru milik negaranya. Uji coba ini dilakukan menjelang pengoperasian resmi kapal tersebut.
➡️ Baca Juga: MBG Disebut Butuh 19 Ribu Sapi per Hari, Guru Besar UGM: Harus Dibuktikan Kebenarannya
➡️ Baca Juga: Kreasi Disney di Pintu Kamar: Menghadirkan Kembali Kenangan Indah Masa Kecil Anda