Formula 1: Verstappen Mengulas Teknologi Terkini Mobil F1, Sebanding dengan Permainan Balapan

Max Verstappen, juara Formula 1 empat kali, menggambarkan pengalaman mengemudi mobil F1 generasi terbaru dengan sinis. Dia bahkan mengklaim bahwa bermain “Mario Kart” di Nintendo Switch memberinya latihan yang lebih realistis dibandingkan simulator balap. Meski begitu, Verstappen tetap optimis bahwa teknologi terkini mobil F1 akan terus berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan pembalap.
Verstappen dan Balap Formula 1 Terbaru
Verstappen, pembalap dari tim Red Bull Racing, mengejek mobil Formula 1 generasi baru sebelum seri kedua musim ini, Chinese Grand Prix di Shanghai International Circuit. Ini datang setelah ia menghadapi tantangan pada seri pembuka di Australia, di mana ia mengalami kecelakaan saat sesi kualifikasi dan harus memulai balapan dari posisi ke-20 di grid.
Verstappen, bagaimanapun, menunjukkan semangat juang yang kuat. Meski harus memulai dari belakang, pembalap Belanda ini tampil impresif dan berhasil finis di posisi keenam.
Teknologi Terkini Mobil F1
Tahun ini, mobil Formula 1 memasuki era baru dengan teknologi yang menggabungkan tenaga mesin konvensional dan listrik secara seimbang, masing-masing sekitar 50 persen. Ini menuntut pembalap untuk mengelola penggunaan baterai dan sekaligus memaksimalkan proses pemulihan energi selama balapan.
Mobil F1 terbaru juga dilengkapi dengan sejumlah fitur baru seperti straight-line mode, aerodinamika aktif, serta tombol overtake dan boost. Namun, bagi Verstappen, kompleksitas ini membuat pengalaman mengemudi lebih seperti permainan video daripada balapan nyata.
Verstappen dan Teknologi Permainan Video
Verstappen, dengan nada bercanda, menyatakan bahwa ia lebih sering berlatih dengan permainan balap “Mario Kart” daripada simulator balap. Menemukan power-ups seperti jamur di permainan tersebut cukup mudah, tetapi cangkang biru, yang dapat menghentikan pemain lain, agak sulit, kata dia.
Verstappen juga mengungkapkan bahwa ia belum sepenuhnya menikmati sensasi mengemudi mobil F1 generasi terbaru. Untuk mencari tantangan berbeda, ia bahkan mengonfirmasi akan mengikuti balapan ketahanan legendaris 24 Hours of Nürburgring tahun ini. “Saya tentu berharap bisa lebih menikmati balapan,” ujarnya.
Verstappen dan Balapan Ikonik Lainnya
Pembalap berusia 28 tahun ini mengatakan ingin mencoba lebih banyak ajang balap ikonik di luar Formula 1. Di antaranya adalah lintasan legendaris Nürburgring Nordschleife, serta balapan klasik di Circuit de Spa-Francorchamps dan 24 Hours of Le Mans.
“Saya mengombinasikan berbagai hal dan juga melakukan aktivitas lain yang sangat menyenangkan,” kata Verstappen.
Antara Mobil F1 dan Kerja Sama dengan Tim
Verstappen mengakui bahwa ia merasa paradoks. Di satu sisi, ia kurang menikmati mengemudi mobil F1 saat ini, tetapi di sisi lain, ia tetap menikmati kerja sama dengan tim. “Agak kontradiktif karena saya tidak benar-benar menikmati mengendarai mobilnya, tetapi saya sangat menikmati bekerja dengan semua orang di tim dan juga dari departemen mesin,” jelasnya.
Optimisme Verstappen untuk Masa Depan
Verstappen, meskipun kritis, tetap optimistis bahwa situasi akan membaik seiring evaluasi regulasi baru yang sedang berlangsung. Para pembalap, menurutnya, sudah berdiskusi dengan pihak penyelenggara mengenai kemungkinan penyesuaian.
Verstappen mengaku telah berdialog langsung dengan FIA dan pihak manajemen Formula 1 mengenai pengembangan aturan ke depan. “Saya tentu berharap semuanya akan menjadi lebih baik,” kata Verstappen. “Saya sudah berdiskusi dengan F1 dan FIA, dan saya rasa kami sedang menuju sesuatu yang bisa memperbaiki semuanya.”
➡️ Baca Juga: Film Seru untuk Keluarga yang Wajib Ditonton saat Lebaran Bersama Keluarga
➡️ Baca Juga: Bacaan Niat Zakat Fitrah Lengkap untuk Diri Sendiri dan Keluarga




