Koalisi Bali Kucurkan Dana untuk Biayai Inovasi Iklim Akar Rumput Menuju Emisi Nol Bersih

DENPASAR – Koalisi Bali yang berkomitmen pada emisi nol bersih kini memberikan dukungan finansial bagi tiga inovasi iklim yang berfokus pada akar rumput dalam ajang Pekan Iklim Bali 2026 yang berlangsung di Denpasar. Inisiatif ini menjadi langkah penting untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam upaya pengurangan emisi karbon.
Pendanaan Katalitik untuk Inovasi Lokal
Pada sesi presentasi yang dikenal sebagai pitch day, Koalisi Bali Emisi Nol Bersih mengundang berbagai organisasi non-pemerintah (NGO) lokal, koperasi, serta komunitas desa dan desa adat di Bali. Mereka memiliki solusi inovatif terkait isu iklim yang siap untuk diperluas atau direplikasi. “Kami memberikan pendanaan katalitik kepada mereka yang telah menunjukkan potensi dalam mengimplementasikan solusi ini,” jelas Ni Putu Sekar Trisnaning Laksemi, Kepala Sekretariat Koalisi, saat acara berlangsung pada Rabu, 14 Oktober.
Dukungan untuk Target Emisi Nol Bersih
Program ini merupakan bagian dari upaya konkret untuk mencapai target Bali dalam mencapai emisi nol bersih pada tahun 2045. Hal ini mengikuti keberhasilan penyusunan dokumen perencanaan strategis yang melibatkan masyarakat. Pendekatan ini menunjukkan komitmen yang kuat dari semua pihak untuk menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.
Proses Seleksi yang Ketat
Dalam ajang Pekan Iklim Bali, terdapat total 16 proposal inovasi yang diterima. Proses seleksi dilakukan dengan cermat, melalui beberapa tahap termasuk evaluasi administrasi, penilaian proposal, dan pengujian teknis, sehingga terpilih lima finalis terbaik. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa hanya solusi yang paling relevan dan efektif yang mendapatkan dukungan.
Melibatkan Juri Eksternal
Penilaian dilakukan oleh juri yang terdiri dari perwakilan lembaga filantropi serta sektor perbankan swasta, memberikan perspektif yang lebih luas mengenai keberlanjutan dari setiap proposal. Dengan melibatkan berbagai pihak, diharapkan hasil yang dihasilkan lebih komprehensif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Perencanaan Anggaran untuk Inovasi Terpilih
Terkait dengan anggaran yang akan dialokasikan untuk inovasi yang terpilih, Koalisi masih dalam tahap finalisasi skema anggaran bersama para peserta. Dana ini akan berasal dari program Koalisi Bali Emisi Nol Bersih dan juga dukungan dari Viriya ENB, menciptakan kolaborasi yang saling menguntungkan.
Kriteria Pemilihan Inovasi Terbaik
Sebagai bagian dari proses pemilihan, kriteria yang digunakan mencakup visibilitas program yang realistis untuk dilaksanakan dalam jangka waktu terbatas, yaitu delapan bulan pendampingan. Koalisi menekankan pentingnya penciptaan program yang dapat diakses dan direplikasi oleh masyarakat lokal.
Partisipasi Masyarakat dalam Proses Kreasi
Partisipasi aktif masyarakat menjadi elemen kunci dalam proses kreasi inovasi. Koalisi Bali Emisi Nol Bersih berkomitmen untuk memastikan bahwa solusi yang diusulkan melibatkan masyarakat secara langsung, sehingga tidak hanya berfungsi sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaku perubahan. Ini diharapkan dapat mendorong keberlanjutan dalam jangka panjang.
Pitch Day: Pameran Inovasi Iklim
Pekan Iklim Bali 2026 menampilkan lima finalis yang bersaing untuk meraih tiga posisi pemenang. Setiap finalis mempresentasikan inovasi iklim mereka dengan harapan dapat memenangkan pendanaan yang akan mendukung implementasi solusi mereka.
Inovasi yang Dipresentasikan oleh Para Finalis
Finalis pertama memperkenalkan solusi pengolahan kakao berkelanjutan yang menggunakan teknologi pengering berbasis Solar Thermal serta sensor IoT. Dengan inovasi ini, waktu pengeringan biji kakao dapat dipangkas secara signifikan. Ini adalah langkah yang tidak hanya meningkatkan efisiensi tetapi juga mengurangi jejak karbon.
Integrasi Data dan Tata Kelola Sampah
Peserta kedua menampilkan inovasi yang berfokus pada integrasi data dan tata kelola sampah. Mereka berkolaborasi dengan berbagai stakeholder untuk mengoordinasikan titik-titik pemilahan serta regulasi dari sumber, yang bertujuan untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien.
Digitalisasi dan Tata Kelola Sampah
Inovasi ketiga mengusung peningkatan tata kelola dan digitalisasi sampah yang berbasis pada model eco-lab di banjar. Pendekatan ini bertujuan untuk memodernisasi cara pengelolaan sampah sambil tetap mempertahankan nilai-nilai lokal.
Penyediaan Akses Air Bersih
Finalis keempat mempersembahkan model inovatif untuk penyediaan akses air bersih tanpa memerlukan pompa dan listrik. Solusi ini sangat relevan bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil, di mana infrastruktur dasar sering kali kurang memadai.
Pengelolaan Sampah Organik Terintegrasi
Terakhir, finalis kelima memaparkan sistem pengelolaan sampah organik terintegrasi desa. Model ini menggabungkan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dengan praktik pertanian lokal, menciptakan siklus yang mendukung keberlanjutan lingkungan.
Dengan berbagai inovasi ini, Koalisi Bali Emisi Nol Bersih menunjukkan bahwa solusi untuk masalah iklim tidak selalu harus berskala besar. Inovasi iklim akar rumput yang diusulkan oleh masyarakat lokal memiliki potensi besar untuk memberikan dampak positif yang signifikan, baik dari segi lingkungan maupun sosial. Melalui dukungan finansial dan kolaborasi yang kuat, diharapkan Bali dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
➡️ Baca Juga: miHoYo Menanggapi Serius Isu Hak Cipta pada Livestream Gameplay Genshin
➡️ Baca Juga: Modifikasi Yamaha XSR 155 untuk Lady Biker oleh Ntie Chan yang Menginspirasi




