Biznet Gio Kolaborasi dengan AMD untuk Memperkuat Infrastruktur Cloud dan AI di Indonesia

Jakarta – Biznet Gio Cloud, sebagai salah satu penyedia layanan cloud terkemuka di Indonesia, baru-baru ini mengumumkan peningkatan signifikan pada infrastruktur pusat datanya dengan mengimplementasikan prosesor server AMD EPYC™. Langkah ini diambil sebagai respon terhadap tantangan dalam hal skalabilitas dan efisiensi energi, terutama seiring dengan meningkatnya permintaan untuk adopsi kecerdasan buatan (AI) dan Machine Learning di seluruh negeri.
Pentingnya Performa Tinggi dalam Persaingan Pasar
Dalam industri yang sangat kompetitif ini, kemampuan untuk menyediakan performa tinggi dengan pengelolaan biaya yang efisien merupakan kunci bagi keberhasilan. Biznet Gio mencatat bahwa transisi ke CPU AMD EPYC™ memberikan keunggulan yang diperlukan untuk mempertahankan Service Level Agreement (SLA) yang mencapai 99,99%. Transisi ini juga membantu mengoptimalkan kebutuhan perangkat keras yang terus berkembang akibat meningkatnya beban kerja AI.
Menjawab Tantangan Rantai Pasokan Global
Industri teknologi global saat ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk masalah rantai distribusi dan kelangkaan komponen seperti RAM dan SSD. Saputro Aryulianto, Wakil Presiden Operasional Teknologi Biznet Gio Cloud, menjelaskan bahwa pemilihan prosesor AMD memungkinkan perusahaan untuk mengatasi kendala tersebut dengan waktu pengiriman yang lebih cepat dan performa yang lebih baik.
“Kami telah memanfaatkan CPU AMD EPYC sejak seri 7003 dan saat ini terus beralih ke Generasi 4 dan 5. Saat ini, kami memiliki lebih dari 350 server bare metal yang didukung oleh AMD,” jelas Ary. “AMD memberikan kombinasi yang kuat antara jumlah core yang tinggi dan kecepatan clock di atas 3GHz, yang sangat penting untuk meningkatkan kepadatan data center kami,” tambahnya dalam sebuah siaran pers baru-baru ini.
Mendukung Komputasi Masa Depan dengan Infrastruktur GPU
Dengan peluncuran produk NEO GPU dan NEO Metal, Biznet Gio kini berfokus pada penyediaan layanan Virtual Machine (VM) dan bare metal yang diakselerasi oleh unit pemrosesan grafis (GPU). Produk ini dirancang khusus untuk menangani beban kerja yang berat, seperti Large Language Models (LLM) dan pengolahan data ilmiah.
Dalam pengujian yang dilakukan secara internal, efisiensi yang ditawarkan oleh AMD terbukti sangat signifikan. Kepadatan core yang lebih tinggi memungkinkan Biznet Gio untuk mengurangi biaya lisensi perangkat lunak berbasis soket hingga 20%. Di sisi keberlanjutan lingkungan, penggunaan AMD EPYC™ dapat menurunkan konsumsi daya hingga 8% serta mengurangi emisi karbon sebesar 2.100 kg per server.
Komitmen terhadap Ekosistem Terbuka dan Ekspansi Regional
Biznet Gio juga mulai mengeksplorasi penggunaan akselerator AMD Instinct™ dengan memanfaatkan ekosistem ROCm™ yang bersifat open-source. Langkah ini diambil untuk menghindari ketergantungan pada satu vendor tertentu (vendor lock-in) dan memanfaatkan dukungan komunitas yang luas dalam pengembangan AI.
“Kami memberikan nilai sepuluh untuk CPU AMD EPYC. Jika Anda membandingkan data benchmark secara langsung, AMD menduduki posisi teratas,” tegas Ary.
Ekspansi Data Center dan Produk Inovatif
Saat ini, Biznet Gio telah beroperasi di tiga wilayah data center di Indonesia dan berencana untuk melakukan ekspansi ke wilayah keempat di Bali. Perusahaan juga merencanakan ekspansi ke pasar Asia Pasifik (APAC) serta peluncuran produk inovatif seperti NEO DNS dan NEO CDN, yang semuanya akan beroperasi di atas infrastruktur AMD.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Biznet Gio tidak hanya berkomitmen untuk meningkatkan performa dan efisiensi operasional, tetapi juga berupaya untuk menjadi pemimpin dalam penyediaan layanan cloud yang mendukung inovasi teknologi di Indonesia.
➡️ Baca Juga: Amar Bank Dorong UMKM Naik Kelas lewat Inovasi Perbankan Digital
➡️ Baca Juga: Implikasi Geopolitik dan Dampak Ekonomi: Terjebaknya Kapal Pertamina di Tengah Ketegangan Selat Hormuz



