Berkendara Saat Lebaran: Lakukan Pengecekan Motor dan Tetap Patuhi Aturan

<div>

<strong>Jakarta: </strong>Meski <a href=”https://www.medcom.id/tag/3038/hari-raya-idul-fitri”><strong>lebaran Idulfitri</strong></a> 1447 H sudah lewat beberapa hari, namun masih ada sejumlah masyarakat Indonesia yang berkeliling untuk melakukan silaturahmi. Namun di tengah suasana libur, terdapat potensi risiko yang kerap diabaikan, terutama terkait kondisi kendaraan dan <a href=”https://www.medcom.id/tag/5038/keselamatan-berkendara”><strong>keselamatan berkendara</strong></a>.<br/> <br/>

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pengendara disarankan melakukan pengecekan mandiri atau self-check sebelum menggunakan sepeda motor. Wahana Honda kemudian melakukan  langkah sederhana yang dapat membantu memastikan kendaraan tetap dalam kondisi prima.

<h3>1. Cek Tekanan Angin Ban</h3>

Pengecekan pertama adalah tekanan angin ban. Ban yang kurang tekanan dapat memengaruhi kenyamanan dan stabilitas, terutama saat digunakan berboncengan di berbagai kondisi jalan perumahan.

<h3>2. Cek Fungsi Rem dan Lampu</h3>

Selanjutnya, pengendara perlu memastikan fungsi rem dan lampu berjalan normal. Lampu depan, lampu sein, serta rem yang pakem menjadi faktor penting dalam menghadapi kondisi lalu lintas yang cenderung lebih ramai oleh aktivitas warga.

<h3>Baca Juga:<br/>

<a href=”https://www.medcom.id/otomotif/mobil/4KZQnqJk-one-way-di-jalan-tol-arus-balik-mudik-lebaran-2026-dimulai”>One Way di Jalan Tol Arus Balik Mudik Lebaran 2026 Dimulai</a></h3>

<h3>3. Periksa Volume Oli Mesin</h3>

Selain itu, volume oli mesin juga harus diperiksa. Pengendara dapat menggunakan dipstick untuk memastikan pelumas berada dalam batas aman guna mencegah mesin mengalami overheat, terutama saat menghadapi kemacetan.

<h2>Fenomena Pelanggaran Saat Lebaran yang Perlu Diwaspadai</h2>

Di sisi lain, terdapat fenomena yang kerap terjadi saat Lebaran, yaitu meningkatnya pelanggaran aturan lalu lintas. Sebagian masyarakat menganggap perjalanan jarak dekat aman tanpa perlengkapan keselamatan.<br/> <br/>

“Ah, cuma ke rumah saudara di komplek sebelah kok, nggak usah pakai helm lah!” atau “Ayo naik semua, bonceng tiga mumpung sepi!”<br/><br/>

Padahal, risiko kecelakaan tetap ada terlepas dari jarak tempuh maupun kondisi jalan yang terlihat lengang.

<h2>Tetap Prioritaskan Keselamatan Berkendara</h2>

<h3><strong>1. Wajib Menggunakan Helm SNI</strong></h3>

Pengendara tetap diwajibkan menggunakan helm berstandar SNI, baik untuk pengendara maupun pembonceng. Helm berfungsi melindungi bagian vital kepala dari risiko benturan.

<h3>Baca Juga:<br/>

<a href=”https://www.medcom.id/otomotif/motor/yNLZvL9k-performa-epik-veda-pratama-begini-nasihat-dari-joan-mir”>Performa Epik Veda Pratama, Begini Nasihat dari Joan Mir!</a></h3>

<h3><strong>2. Hindari Bonceng Tiga</strong></h3>

Selain itu, praktik bonceng tiga juga harus dihindari. Sepeda motor dirancang hanya untuk dua orang, dan kelebihan muatan dapat mengganggu keseimbangan serta meningkatkan potensi kecelakaan.<br/> <br/><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di

<a href=”https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMO3SgQswosT9Ag?ceid=ID:id&amp;oc=3&amp;hl=id&amp;gl=ID\”>

<div>

<img src=”https://va.medcom.id/2024//default/images/gnews.svg”/>

</div>

<div>

Google News

</div>

</a></strong><div>(UDA)</div> </div>

➡️ Baca Juga: Klaim Segera Kode Redeem FC Mobile Spesial Ramadan 10 Maret 2026 untuk Dapatkan Hadiahnya

➡️ Baca Juga: OJK Pertimbangkan Persetujuan Free Float 15 Persen untuk Bursa yang Siap Maju

Exit mobile version