Perum Bulog Cabang Cirebon, yang berlokasi di Jawa Barat, terus melanjutkan langkah strategis dalam menyerap gabah petani. Dengan memanfaatkan potensi produksi padi yang diperkirakan mencapai 108.000 ton pada bulan Oktober 2026, Bulog berkomitmen untuk mendukung petani meskipun saat ini bukan merupakan masa panen raya.
Pentingnya Penyerapan Gabah Petani
Kepala Perum Bulog Cabang Cirebon, Abdillah Luhur Nuratmaja, menegaskan bahwa potensi produksi di empat wilayah operasional menjadi dasar penting untuk menjaga agar proses pembelian gabah tetap berlangsung. Hal ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan pasokan gabah meskipun saat ini tidak berada di puncak musim panen.
“Selama potensi produksi gabah petani masih tersedia dan harga yang ditawarkan tetap sesuai dengan skema Public Service Obligation (PSO), kami akan terus melaksanakan penyerapan hingga akhir tahun,” ungkapnya.
Wilayah Operasional Bulog Cirebon
Adapun empat wilayah operasional Perum Bulog Cabang Cirebon meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Kuningan, serta Majalengka. Pembelian gabah dilakukan dengan mempertimbangkan ketersediaan gabah di masing-masing daerah, yang berbeda-beda tergantung hasil panen lokal.
Progres Penyerapan Gabah Secara Nasional
Sampai dengan tanggal 8 Oktober 2026, total penyerapan gabah dan beras secara nasional mencapai 4,1 juta ton, angka ini sudah melebihi target pemerintah yang ditetapkan sebesar 4 juta ton. Ini menunjukkan adanya antusiasme yang tinggi dari petani untuk menjual hasil panen mereka.
Di sisi lain, Bulog Cabang Cirebon sendiri telah menyerap sekitar 300.000 ton gabah, yang merupakan bagian dari target prognosa sebesar 340.000 ton sepanjang tahun 2026. Terdapat peluang untuk menambah volume penyerapan hingga akhir tahun, tergantung pada kondisi pasar dan ketersediaan gabah di lapangan.
Volume Penyerapan Harian
“Saat ini, penyerapan gabah berjalan stabil di kisaran 300 ton per hari. Meskipun jumlah ini menurun dibandingkan saat panen raya pada bulan April hingga Mei, ketika kami mampu menyerap hingga 7.000 ton per hari karena tingginya ketersediaan hasil panen,” jelas Abdillah.
Skema Pembelian Gabah
Bulog membeli gabah dengan harga Rp6.500 per kilogram melalui skema PSO. Skema ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan pelayanan publik yang mendukung penyerapan hasil panen petani. Melalui pendekatan ini, Bulog memastikan bahwa petani mendapatkan harga yang wajar untuk hasil pertanian mereka.
“Untuk bulan November dan Desember, kami akan tetap melayani penyerapan gabah dengan menggunakan skema maklun,” tambahnya.
Mekanisme Skema Maklun
Dalam skema maklun, gabah yang dibeli oleh Bulog akan digiling oleh mitra penggilingan. Beras yang dihasilkan dari pengolahan ini kemudian akan disimpan di gudang sebagai Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), sehingga Bulog dapat memastikan ketersediaan pangan yang stabil di masyarakat.
Stok Beras Bulog Cirebon
Saat ini, Bulog Cabang Cirebon memiliki stok beras medium sekitar 183.000 ton. Stok ini disimpan di gudang induk milik Bulog dan fasilitas pergudangan sewaan yang tersebar di wilayah Cirebon dan sekitarnya.
Kapasitas Gudang Induk
Abdillah menjelaskan bahwa gudang induk milik Bulog memiliki kapasitas penyimpanan sekitar 125.000 ton. Kebutuhan penyimpanan tambahan dipenuhi melalui 26 unit jasa pergudangan yang beroperasi di wilayah Cirebon dan daerah sekitarnya.
Stok Beras Premium
Selain itu, stok beras premium yang dikuasai oleh Bulog Cabang Cirebon saat ini mencapai sekitar 900 ton. Hal ini bertujuan untuk mendukung ketersediaan pasokan pangan yang berkualitas bagi masyarakat di wilayah kerjanya.
Dengan langkah-langkah ini, Perum Bulog Cabang Cirebon menunjukkan komitmennya dalam mendukung petani dan memastikan ketersediaan pangan yang cukup bagi masyarakat, terutama di tengah tantangan yang dihadapi dalam sektor pertanian.
➡️ Baca Juga: Artemis II Telah Meluncur ke Angkasa! Kapan Kru Kembali ke Bumi dan Fakta Pentingnya?
➡️ Baca Juga: Warga Bandung Dapat Terbang ke Luar Negeri Langsung dari Bandara Husein Sastranegara Mulai Bulan Depan
