Jumlah Korban Meninggal Akibat Gempa NTT Meningkat Menjadi 47 Jiwa

MAUMERE – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan M7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari Sabtu, 15 Agustus, terus mengalami peningkatan. Tim penyelamat yang dikerahkan tengah melakukan pencarian di antara puing-puing bangunan untuk menemukan korban yang selamat.
Data Korban Gempa NTT
Berdasarkan informasi terkini dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Sabtu malam, jumlah korban yang meninggal telah mencapai 47 orang.
“Jumlah korban meninggal dunia saat ini sebesar 47 orang. Sebaran korban yang teridentifikasi meliputi Kabupaten Manggarai sebanyak 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Ngada 1 orang, dan Ende 1 orang,” ungkap Berton SP Panjaitan, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, pada Sabtu malam. Sebelumnya, Kepala BNPB, Suharyanto, menyatakan bahwa sejumlah orang terjebak di dalam bangunan yang runtuh. “Ini akan menjadi fokus awal tim penanggulangan bencana,” tambah Suharyanto.
Dampak Kerusakan
Menurut laporan dari BNPB, dampak dari gempa ini sangat signifikan, dengan hampir 160 rumah, serta puluhan fasilitas pendidikan dan kesehatan yang mengalami kerusakan. Bangunan publik lainnya juga tidak luput dari dampak bencana ini, yang mengguncang pulau wisata terkenal di Indonesia bagian timur.
Persiapan Bantuan
Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah menginformasikan bahwa mereka sedang mempersiapkan bantuan untuk sekitar 2.000 orang yang kini berada di tempat penampungan sementara.
- Bantuan medis
- Pangan dan air bersih
- Tempat tinggal sementara
- Perlindungan psikologis
- Pendidikan darurat
Pemerintah pusat juga telah mengirimkan 50.000 paket bantuan dengan total berat mencapai 275 ton ke daerah yang terdampak gempa.
Bantuan Internasional
Dari luar negeri, Kepala Uni Eropa Ursula von der Leyen menawarkan dukungan melalui satelit pengamatan Bumi Copernicus milik Uni Eropa. “Eropa siap mengerahkan Copernicus, mata-mata kami di angkasa, untuk mendukung upaya pencarian dan penyelamatan. Indonesia, kami bersama Anda,” tulisnya di media sosial.
Kesan Warga Terhadap Gempa
Yulian Juita Ekalia, seorang penduduk yang tinggal di kota Ruteng, yang berjarak lebih dari 100 kilometer dari pusat gempa, menyampaikan pengalamannya setelah gempa mengguncang. “Saya belum pernah merasakan gempa sebesar ini,” ujarnya kepada AFP beberapa jam setelah kejadian.
Ia menggambarkan situasi saat gempa terjadi, “Rasanya seperti kami sedang berada di atas trampolin; itu benar-benar menakutkan,” ungkap dosen universitas berusia 37 tahun ini, yang terbangun tiba-tiba sekitar pukul 5.30 pagi.
Dalam kepanikan, ia berlari keluar rumah, dan semua barang di dalam rumahnya berjatuhan. “Televisi, piala putraku, rak piring, dan koper di atas lemari, semuanya berhamburan. Ketika saya keluar, putraku dan tetangga sudah berada di luar, berteriak ketakutan,” tambahnya.
Upaya Penyelamatan
Pihak penyelamat, yang dipimpin oleh Fathur, menyatakan bahwa fokus utama mereka adalah menemukan korban yang mungkin terjebak di bawah reruntuhan. Namun, upaya ini menjadi semakin sulit karena tanah longsor yang menghalangi akses jalan menuju lokasi bencana.
Banyak penduduk di wilayah Flores juga mengalami gangguan akses listrik dan telekomunikasi, yang semakin memperburuk situasi setelah gempa.
Antisipasi Tsunami
Warga di daerah Nagekeo, yang berada dekat dengan pusat gempa, bergegas menuju tempat yang lebih tinggi saat air laut surut pada Sabtu pagi. Kejadian ini dianggap sebagai tanda kemungkinan tsunami yang dapat terjadi, seperti yang dilaporkan oleh wartawan AFP.
Keadaan darurat yang dihadapi oleh masyarakat NTT ini mengingatkan kita akan pentingnya kesiapsiagaan dan solidaritas dalam menghadapi bencana, serta perlunya dukungan yang cepat dan efektif dari pemerintah dan lembaga internasional.
Gempa bumi ini bukan hanya menghancurkan fisik, tetapi juga mengguncang jiwa masyarakat yang tinggal di daerah tersebut. Mereka membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk dapat pulih dan membangun kembali kehidupan mereka.
Dalam situasi seperti ini, setiap bantuan, sekecil apapun, bisa memberikan dampak yang besar bagi mereka yang terdampak. Mari kita semua bersatu dalam memberikan dukungan kepada korban dan membantu mereka melalui masa-masa sulit ini.
➡️ Baca Juga: SariWangi Rayakan HUT ke-81 RI dengan Pesta Rakyat dan Lomba Gapura di Berbagai Daerah
➡️ Baca Juga: Pemprov Lampung Dukung Peluncuran Empat Program PPDS Baru FK Unila, Wagub Jihan Sampaikan Pesan Penting




