DPR RI Dorong Peningkatan Kelas UMKM Melalui Pemenuhan Standar dan Sertifikasi

Jakarta – Komisi VII DPR RI mengajak pelaku UMKM yang berada di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, untuk meningkatkan mutu produk mereka melalui pemenuhan standar dan sertifikasi yang diperlukan. Langkah ini dianggap krusial agar produk lokal tidak hanya dapat bertahan di pasar lokal, tetapi juga mampu bersaing di ranah nasional.
Pentingnya Standardisasi untuk Peningkatan Kelas UMKM
Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menekankan bahwa standardisasi merupakan elemen fundamental dalam strategi untuk meningkatkan kelas UMKM. Menurutnya, tanpa standardisasi yang memadai, produk yang dihasilkan oleh pelaku usaha tidak akan memiliki daya saing yang kuat.
Beragam Jenis Sertifikasi yang Perlu Diperhatikan
Novita menjelaskan bahwa selain Standar Nasional Indonesia (SNI), pelaku usaha juga harus memperhatikan sertifikasi lain yang relevan, seperti PIRT, sertifikasi halal, HACCP, dan berbagai standar lain yang sesuai dengan karakteristik produk yang dihasilkan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa produk yang ditawarkan memenuhi kriteria yang dibutuhkan di pasar.
Keamanan dan Kualitas Produk Sebagai Prioritas
Dia menambahkan bahwa standardisasi bukan sekadar formalitas administratif. Lebih dari itu, standar produk sangat penting untuk menjamin keamanan bahan yang digunakan, meningkatkan kualitas produksi, serta membangun kepercayaan di kalangan konsumen. Dengan demikian, pelaku UMKM tidak hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga harus memahami pentingnya bahan-bahan yang aman dan sesuai dengan standar yang berlaku.
Pendampingan Berkelanjutan untuk Pelaku UMKM
Politisi dari PDIP ini juga menegaskan bahwa upaya pendampingan bagi UMKM tidak boleh berhenti pada tahap sosialisasi semata. Ia mendorong adanya kerjasama antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk memberikan bantuan kepada pelaku usaha sehingga mereka dapat melewati setiap tahapan hingga berhasil mendapatkan sertifikasi.
- Kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah
- Pendampingan sampai pelaku usaha mendapatkan sertifikasi
- Pendidikan tentang bahan yang aman dan berkualitas
- Penguatan kapasitas UMKM secara berkelanjutan
- Peningkatan akses terhadap informasi dan sumber daya
Digitalisasi dan Sistem OSS yang Perlu Diperbaiki
Selain membahas standardisasi, Novita juga menyoroti masalah terkait Online Single Submission (OSS), yang masih dianggap sebagai salah satu kendala utama dalam pelayanan perizinan bagi UMKM. Ia menggarisbawahi pentingnya perbaikan sistem digital ini agar tidak justru menjadi penghalang bagi pelaku usaha dan pemerintah daerah dalam melaksanakan tugas mereka.
“Digitalisasi harus menjadi solusi, bukan kendala. Sistem OSS perlu terus diperbaiki agar pelayanan kepada pelaku UMKM di daerah dapat berjalan dengan lebih efektif,” ujar Novita.
Kebutuhan Ekosistem yang Mendukung
Novita juga menekankan bahwa penguatan UMKM tidak cukup hanya dengan bantuan modal. Pelaku usaha memerlukan ekosistem yang komprehensif, yang mencakup legalitas, standardisasi, akses pasar, infrastruktur, serta konektivitas digital. Semua elemen ini perlu saling mendukung agar UMKM dapat berkembang secara optimal.
- Legalitas usaha yang jelas
- Standardisasi produk yang sesuai
- Akses pasar yang terbuka
- Infrastruktur yang memadai
- Integrasi dengan teknologi digital
Dukungan Modal dan Peningkatan Kapasitas
Oleh karena itu, dukungan permodalan harus berjalan seiring dengan program peningkatan kapasitas dan akses pembiayaan melalui lembaga keuangan serta program pemerintah daerah. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa UMKM bisa berkembang dan berkontribusi pada perekonomian regional.
“UMKM di Trenggalek menunjukkan perkembangan yang positif dan semakin berkontribusi terhadap ekonomi daerah. Meskipun ada beberapa keterbatasan fisik, pelaku UMKM terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan,” jelas Novita.
Kolaborasi dengan Badan Standardisasi Nasional
Sebagai bukti nyata dari dorongan tersebut, Novita menghadirkan Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk memberikan pendampingan kepada ratusan UMKM di Trenggalek terkait penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 16 Agustus, dan diharapkan dapat memperkuat posisi UMKM lokal di pasar yang lebih luas.
Dengan langkah-langkah yang terencana dan dukungan yang kuat, diharapkan pelaku UMKM di Trenggalek dapat mencapai peningkatan kelas UMKM yang signifikan. Ini tidak hanya akan memperkuat ekonomi daerah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat secara keseluruhan.
➡️ Baca Juga: Indrak, Spesialis SEO: Optimasi Kekalahan Ajax di Markas Groningen Meski Dihadang Paes
➡️ Baca Juga: Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran 2026 yang Harus Anda Ketahui




