Gubernur Pramono Sampaikan Capaian Pajak Jakarta Tembus Rp7,3 Triliun di Awal 2026

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyambut peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan XXVII Tahun Anggaran 2026 dari Lemhannas RI dalam kegiatan Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) yang berlangsung di Balai Kota pada Rabu (1/4). Acara ini menjadi ajang penting bagi para calon pemimpin nasional untuk menggali pemahaman mengenai kinerja pemerintah daerah serta memperluas wawasan strategis mereka.
Capaian Ekonomi Jakarta yang Mencolok
Dalam forum tersebut, Gubernur Pramono mengungkapkan hasil-hasil positif dari perekonomian Jakarta dan langkah-langkah strategis yang diambil. Ia menginformasikan bahwa pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Jakarta tercatat sebesar 5,21 persen, melebihi target nasional yang sebesar 5,11 persen. Selain itu, inflasi yang berhasil dikendalikan di angka 2,5 persen juga menunjukkan kinerja lebih baik dibandingkan dengan target nasional yang berada di angka 2,8 persen.
“Capaian ini mencerminkan kondisi ekonomi Jakarta yang terus menunjukkan tren positif, meskipun tantangan tetap ada mengingat posisi kota ini sebagai barometer ekonomi nasional,” ujar Gubernur Pramono dengan tegas.
Kontribusi Jakarta terhadap Ekonomi Nasional
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kontribusi Jakarta terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 16,61 persen. Aktivitas ekonomi yang meningkat pada momen-momen penting seperti Natal, Tahun Baru, Imlek, Ramadan, dan Idulfitri berperan besar dalam mendorong transaksi serta penerimaan pajak daerah.
Capaian Pajak Jakarta di Triwulan Pertama 2026
Pada triwulan pertama tahun 2026, penerimaan pajak daerah Jakarta berhasil mencapai sekitar Rp7,3 triliun, yang melampaui target yang telah ditentukan. Gubernur Pramono menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program pembangunan dan menuntaskan proyek-proyek yang telah dimulai sebelumnya.
Kolaborasi untuk Masa Depan Jakarta
Dalam penyampaian tersebut, Gubernur juga menekankan pentingnya kerjasama dengan Lemhannas RI untuk mendukung pembangunan Jakarta di masa mendatang. Ia yakin kolaborasi ini akan membawa dampak positif bagi perkembangan dan kemajuan kota.
“Saya percaya bahwa peserta P3N adalah calon pemimpin bangsa yang akan menjadi harapan bagi masyarakat. Semoga kegiatan ini memberikan bekal berharga untuk mereka agar dapat menjadi pemimpin yang berkualitas,” ungkapnya.
Program P3N dan Tujuannya
Sementara itu, Gubernur Lemhannas RI, Tubagus Ace Hasan Syadzily, memberikan apresiasi atas kesempatan untuk melaksanakan SSDN bersama Pemprov DKI Jakarta. Ia menjelaskan bahwa program P3N berlangsung selama 3,5 bulan dan saat ini memasuki tahap studi strategis dalam negeri yang berfokus pada kajian di DKI Jakarta.
Peserta P3N yang Beragam
Peserta dari P3N Angkatan XXVII terdiri dari berbagai latar belakang, termasuk TNI, Polri, ASN eselon I, akademisi, serta unsur non-ASN. Program ini bertujuan untuk membentuk pemimpin nasional yang memiliki integritas, etika, karakter yang baik, wawasan kebangsaan yang kuat, serta kemampuan berpikir strategis untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada.
- Pembentukan pemimpin yang berintegritas
- Peningkatan etika dan karakter dalam kepemimpinan
- Penguatan wawasan kebangsaan
- Pengembangan kemampuan berpikir strategis
- Solusi komprehensif untuk permasalahan nasional
“Melalui program ini, peserta diharapkan dapat memahami kinerja aparatur pemerintah dalam mendukung pembangunan nasional dan merumuskan solusi atas berbagai permasalahan secara komprehensif dan holistik,” tutup Tubagus Ace.
➡️ Baca Juga: Sinopsis Film 1911 Revolution: Perjuangan Menggulingkan Dinasti Qing dengan Berani
➡️ Baca Juga: Indrak, Spesialis SEO, Menangani Keputusan Heeseung Meninggalkan Grup ENHYPEN


