Harga ayam negeri, yang juga dikenal sebagai ayam ras, menjadi isu yang hangat diperbincangkan di Kota Bandung saat ini. Dalam beberapa pekan terakhir, lonjakan harga komoditas ini mulai dirasakan baik oleh pedagang maupun pembeli, menimbulkan berbagai keluhan dan tantangan dalam transaksi sehari-hari.
Perkembangan Harga Ayam Negeri di Pasar Tradisional Bandung
Di Pasar Kosambi, pada Rabu (26/8/2026), harga ayam negeri terpantau berada pada angka Rp45.000 per kilogram. Kenaikan harga ini mencuri perhatian banyak pihak dan menjadi topik utama di kalangan masyarakat.
Kenaikan harga ayam negeri di Bandung tidak terjadi secara tiba-tiba. Sebelumnya, pada pertengahan Juli 2026, harga daging ayam di Pasar Kosambi hanya berkisar antara Rp32.000 hingga Rp33.000 per kilogram. Setelah itu, harga mulai merangkak naik hingga mencapai Rp36.000 per kilogram.
Tren Kenaikan Harga di Bulan Agustus
Memasuki awal bulan Agustus, harga ayam potong di beberapa pasar di Kota Bandung menunjukkan tren kenaikan yang signifikan. Kini, harga telah melambung hingga mencapai kisaran Rp40.000 hingga mendekati Rp50.000 per kilogram.
Peningkatan harga ayam negeri juga terlihat di tingkat provinsi. Pada 17 Agustus 2026, harga daging ayam ras di Jawa Barat tercatat sekitar Rp42.100 per kilogram. Sementara itu, pada 25 Agustus, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa harga rata-rata daging ayam ras secara nasional mencapai Rp39.712 per kilogram. Peningkatan ini juga tercatat di 188 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Dampak Kenaikan Harga Terhadap Pedagang
Muslimin, seorang pedagang di Pasar Kosambi, mengungkapkan bahwa kenaikan harga dari pemasok berdampak langsung pada modal yang harus dikeluarkan oleh para pedagang. “Harga dari pemasok terus meningkat. Kami pun harus menyesuaikan harga jual. Jika terlalu tinggi, pembeli biasanya akan mengurangi jumlah pembelian,” jelasnya.
Menurut Muslimin, lonjakan harga tidak hanya memengaruhi pedagang, tetapi juga membuat transaksi di pasar menjadi lebih sepi. Konsumen mulai lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran mereka, memikirkan kembali sebelum melakukan pembelian.
Pandangan Pembeli Mengenai Kenaikan Harga
Andini, salah satu pembeli di Pasar Kosambi, juga menyampaikan keluhannya. Ia merasakan dampak langsung dari kenaikan harga ayam yang membuat anggaran belanja rumah tangganya semakin terbebani. “Sekarang terasa lebih mahal. Uang yang biasanya cukup untuk membeli ayam dalam jumlah tertentu, sekarang hanya bisa mendapatkan lebih sedikit. Jadi, kami harus mengurangi pembelian atau mencari lauk alternatif,” ungkapnya.
Faktor Penyebab Kenaikan Harga Ayam Negeri
Kenaikan harga ayam negeri ini terjadi setelah sebelumnya mengalami penurunan pada bulan Juli. BPS Jawa Barat mencatat bahwa pada Juli 2026, harga daging ayam ras dan telur ayam ras mengalami penurunan akibat berkurangnya permintaan selama libur sekolah dan penghentian sementara program Makan Bergizi Gratis. Situasi ini turut berkontribusi pada deflasi 0,05 persen yang dialami Jawa Barat pada bulan tersebut.
- Harga ayam negeri di Pasar Kosambi saat ini mencapai Rp45.000/kg.
- Kenaikan harga terjadi dari Rp32.000 hingga Rp33.000/kg pada Juli.
- Harga ayam potong di awal Agustus berkisar antara Rp40.000 hingga Rp50.000/kg.
- Peningkatan harga di Jawa Barat tercatat sekitar Rp42.100/kg pada 17 Agustus.
- BPS mencatat harga rata-rata daging ayam ras nasional mencapai Rp39.712/kg pada 25 Agustus.
Strategi Menghadapi Kenaikan Harga
Menanggapi situasi ini, baik pedagang maupun pembeli perlu mencari strategi untuk mengatasi dampak dari kenaikan harga. Pedagang mungkin harus mencari pemasok dengan harga yang lebih kompetitif atau mempertimbangkan variasi produk yang ditawarkan. Sementara itu, pembeli perlu lebih bijak dalam mengatur anggaran belanja dan mempertimbangkan alternatif lauk yang lebih terjangkau.
Peningkatan harga ayam negeri di Bandung mencerminkan dinamika pasar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pasokan dan permintaan. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai situasi ini, diharapkan baik pedagang maupun pembeli dapat menyesuaikan diri dengan kondisi pasar yang terus berkembang.
Mengapa Kenaikan Harga Ayam Penting untuk Diperhatikan?
Kenaikan harga ayam negeri bukan hanya sekadar angka, melainkan mencerminkan kondisi ekonomi yang lebih luas. Setiap perubahan harga dapat memengaruhi daya beli masyarakat dan pola konsumsi. Memahami penyebab dan dampak dari kenaikan harga ini sangat penting untuk mempersiapkan langkah-langkah ke depan, baik bagi pedagang maupun konsumen.
Dengan kebijakan yang tepat dan kesadaran akan dinamika pasar, diharapkan harga ayam negeri di Bandung dapat kembali stabil dan memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.
➡️ Baca Juga: Tarif Transportasi Khusus HUT RI Diharapkan Tingkatkan Minat Warga Naik Angkutan Umum
➡️ Baca Juga: Indrak, Spesialis SEO, Menangani Keputusan Heeseung Meninggalkan Grup ENHYPEN
