Kematian Huru dan Hara di Bandung Zoo, Ono Surono Soroti Kelalaian Pemkot dan Kementerian

Peristiwa tragis yang terjadi di Kebun Binatang Bandung baru-baru ini mengundang perhatian luas dari masyarakat dan pihak berwenang. Kematian dua ekor anak harimau benggala yang bernama Huru dan Hara pada 24 Maret 2026 disebabkan oleh infeksi virus Panleukopenia, menjadi sorotan utama. Kejadian ini bukan sekadar insiden biasa, melainkan mencerminkan masalah mendalam dalam pengelolaan kebun binatang yang harus segera ditangani.
Pentingnya Pengelolaan Terpadu di Kebun Binatang Bandung
Ono Surono, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, menekankan bahwa kematian Huru dan Hara seharusnya sudah dapat diprediksi sebelumnya. Ia menyatakan bahwa konflik dalam pengelolaan Kebun Binatang Bandung yang berkepanjangan, ditambah dengan kurangnya perhatian dari pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah, menjadi penyebab utama dari tragedi ini. Dalam keterangan resminya, ia mengungkapkan, “Kematian kedua anak harimau ini mencerminkan masalah yang lebih besar dan harus menjadi perhatian serius.”
Respons Pemerintah yang Minim
Ono mengingatkan bahwa tanggung jawab pengawasan dan pemeliharaan hewan seharusnya menjadi prioritas bagi Pemerintah Kota Bandung dan Kementerian Kehutanan. Ia menyoroti beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:
- Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, diharapkan dapat mengantisipasi permasalahan dan memastikan bahwa semua hewan di kebun binatang mendapatkan perawatan yang memadai.
- Kementerian Kehutanan sebagai lembaga yang memberikan izin harus lebih proaktif dalam melakukan pengawasan terhadap kebun binatang.
- Yayasan pengelola yang sudah dicabut izinnya seharusnya tidak lagi terlibat dalam pengelolaan Kebun Binatang Bandung.
- Donasi masyarakat yang terbatas seharusnya tidak dijadikan satu-satunya sumber dana untuk perawatan hewan.
- Perlu ada kolaborasi antara berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas pemeliharaan satwa.
Kondisi Kesehatan dan Perawatan Hewan di Kebun Binatang Bandung
Salah satu faktor yang diidentifikasi oleh Ono adalah penurunan kualitas perawatan dan pakan hewan akibat ketergantungan pada donasi yang terbatas. Ia menyatakan bahwa kondisi ini berkontribusi langsung terhadap kematian Huru dan Hara. “Kita tidak bisa mengabaikan fakta bahwa kualitas perawatan dan makanan hewan sangat penting untuk kesehatan mereka,” ujarnya.
Upaya Perbaikan yang Dapat Dilakukan
Ono juga mencatat bahwa pada Agustus 2025, ia telah melakukan kunjungan ke Kebun Binatang Bandung dan bertemu dengan manajemen serta Wali Kota. Saat itu, ia menyampaikan tawaran dari Ketua Dewan Pengarah BRIN, Ibu Megawati Soekarnoputri, untuk menjalin kerja sama dalam perawatan hewan dengan Kebun Binatang Ragunan atau Kebun Binatang Surabaya. Sayangnya, tawaran tersebut tidak ditanggapi dengan serius oleh Wali Kota Bandung.
Urgensi Koordinasi Antara Pihak Terkait
Ono mendesak agar Wali Kota Bandung, kementerian terkait, dan yayasan pengelola segera berkoordinasi untuk meningkatkan standar perawatan hewan. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas makanan, kebersihan kandang, serta pemeriksaan kesehatan hewan secara berkala. “Hal ini sangat krusial agar tragedi serupa tidak terulang di masa depan,” tegasnya.
Standar Pemeliharaan Hewan yang Harus Diterapkan
Untuk mencegah kejadian serupa, beberapa langkah yang perlu diambil antara lain:
- Meningkatkan standar makanan yang diberikan kepada hewan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi mereka.
- Menjaga kebersihan kandang agar tidak menjadi sarang penyakit.
- Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mendeteksi penyakit sejak dini.
- Membangun sistem pengelolaan yang transparan dan akuntabel untuk mengelola dana yang masuk dari donasi.
- Mendorong partisipasi masyarakat dalam perawatan dan pemeliharaan hewan melalui program edukasi.
Penting bagi semua pihak untuk menyadari bahwa keberadaan kebun binatang bukan hanya sekadar tempat hiburan, tetapi juga sebagai institusi pendidikan dan konservasi satwa. Kematian Huru dan Hara seharusnya menjadi panggilan untuk bertindak, bukan hanya sebagai berita tragis yang berlalu begitu saja. Dengan perhatian dan tindakan yang tepat, kita dapat memastikan bahwa kebun binatang dapat berfungsi dengan baik dan hewan-hewan yang ada di dalamnya mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan.
Kesimpulan: Tanggung Jawab Bersama untuk Masa Depan Kebun Binatang
Ono Surono menekankan bahwa semua pihak memiliki tanggung jawab untuk memastikan kesejahteraan hewan di Kebun Binatang Bandung. Dari pemerintah hingga masyarakat, kolaborasi yang solid adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi satwa. Jika kita tidak mengambil tindakan sekarang, kematian tragis lain seperti Huru dan Hara mungkin akan terus terjadi, dan kita tidak boleh membiarkan hal itu terjadi.
➡️ Baca Juga: KKP Hentikan Operasional UPI Sementara Terkait Dugaan Pencemaran di Rembang
➡️ Baca Juga: Spesifikasi vivo X300 Ultra Terungkap Jelang Pengumuman, Dilengkapi Dua Kamera 200MP




