Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Angkat Bicara Soal Rupiah dan “Serangan” Netizen di TikTok

<div>

<p><strong>Jakarta</strong> – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, baru-baru ini menjadi sorotan publik bukan hanya karena dinamika ekonomi yang sedang berlangsung, tetapi juga karena interaksinya dengan netizen di platform media sosial TikTok. Dalam sebuah konferensi pers APBN KiTA yang diadakan di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, pada hari Rabu (11/3/2026), Purbaya mengungkapkan pengalamannya menghadapi berbagai komentar, termasuk yang bernada kritikan pedas, terkait dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).</p>

<p>Pelemahan rupiah yang sempat menembus level Rp 17.000 per dolar AS pada hari Senin (9/3) lalu memang menjadi perhatian serius. Kondisi ini memicu berbagai reaksi dari masyarakat, dan media sosial menjadi wadah bagi mereka untuk menyampaikan pendapat, kekhawatiran, hingga kritik. Purbaya, sebagai Menteri Keuangan yang bertanggung jawab atas stabilitas ekonomi negara, tidak luput dari sasaran komentar-komentar tersebut.</p>

<p>”Di TikTok, saya dimaki-maki orang,” ungkap Purbaya dengan nada santai namun tetap menunjukkan keseriusannya. ” ‘Hey Pak Purbaya, Menteri Keuangan kerjanya apa saja lu, tuh rupiah liatin’,” lanjutnya menirukan salah satu komentar yang diterimanya. Pengalaman ini tentu memberikan gambaran langsung tentang bagaimana masyarakat merasakan dampak dari fluktuasi nilai tukar rupiah.</p>

<p>Menanggapi situasi ini, Purbaya menjelaskan bahwa pelemahan rupiah yang terjadi tidak terlepas dari sentimen geopolitik global yang sedang memanas. Ketegangan dan konflik di berbagai belahan dunia, termasuk perang di Iran, memberikan tekanan terhadap pasar keuangan global, termasuk Indonesia. Namun, Purbaya menekankan bahwa depresiasi nilai tukar rupiah sebesar 0,3% sejak perang tersebut sebenarnya masih lebih baik dibandingkan dengan beberapa negara lain di kawasan Asia Tenggara.</p>

<p>”Nilai tukar dolar AS terdepresiasi sebesar 0,3% sejak perang, jauh lebih baik dengan mata uang negara-negara di sekeliling kita seperti Malaysia, Thailand, dan lain-lain, jadi kita masih lumayan,” jelas Purbaya. Ia menambahkan bahwa penting untuk melihat perbandingan dengan negara lain agar dapat memiliki perspektif yang lebih komprehensif. “Jadi bukan lihat nilai levelnya saja, tetapi kita lihat berapa dampak ke pelemahannya, dari situ sih kita masih lumayan,” imbuhnya.</p>

<p>Purbaya mengajak masyarakat untuk menilai kondisi ekonomi Indonesia secara adil dan objektif, dengan membandingkannya dengan negara-negara lain di dunia. Ia meyakinkan bahwa fondasi ekonomi Indonesia masih kuat dan kebijakan fiskal serta moneter yang diterapkan masih dianggap baik oleh para pelaku pasar dan investor.</p>

<p>”Kalau kita menilai harus dengan <em>fair</em> apa yang terjadi, dibandingkan juga dengan seluruh negara di dunia seperti apa, kita masih oke. Artinya kita masih dianggap menjaga kebijakan fiskal dan moneter yang baik dan fondasi ekonomi kita baik,” tegas Purbaya.</p>

<p>Lebih lanjut, Purbaya juga menyampaikan optimisme terkait dengan prospek pasar saham Indonesia. Dengan fundamental ekonomi yang terus membaik, ia yakin bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali naik ke level tertinggi.</p>

<p>”Kalau ekonomi fundamentalnya baik terus, otomatis pelan-pelan saham akan naik lagi ke level yang lebih baik dari sekarang,” pungkasnya. Pernyataan ini memberikan harapan bagi para investor dan pelaku pasar bahwa kondisi ekonomi Indonesia akan terus membaik dan memberikan keuntungan bagi mereka.</p>

<p>Pernyataan Purbaya ini juga menjadi sinyal bagi pemerintah untuk terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global. Beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan antara lain:</p>

<ol>

<li><strong>Memperkuat Koordinasi Kebijakan:</strong> Pemerintah, Bank Indonesia, dan otoritas terkait lainnya perlu terus memperkuat koordinasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.</li>

<li><strong>Meningkatkan Investasi:</strong> Pemerintah perlu terus berupaya menarik investasi asing dan domestik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. Hal ini dapat dilakukan dengan memperbaiki iklim investasi, menyederhanakan regulasi, dan memberikan insentif yang menarik bagi investor.</li>

<li><strong>Mendorong Ekspor:</strong> Pemerintah perlu terus mendorong ekspor produk-produk Indonesia ke pasar global. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan daya saing produk, mencari pasar-pasar baru, dan memanfaatkan perjanjian perdagangan internasional.</li>

<li><strong>Mengendalikan Inflasi:</strong> Pemerintah perlu terus berupaya mengendalikan inflasi agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan stabilitas ekonomi tetap terpelihara. Hal ini dapat dilakukan dengan menjaga pasokan barang dan jasa, mengendalikan harga-harga yang diatur pemerintah, dan berkoordinasi dengan Bank Indonesia dalam mengendalikan suku bunga.</li>

<li><strong>Memperkuat Sektor Riil:</strong> Pemerintah perlu terus berupaya memperkuat sektor riil, terutama sektor-sektor yang memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja, seperti sektor pertanian, industri manufaktur, dan pariwisata.</li>

<li><strong>Edukasi Keuangan:</strong> Pemerintah perlu meningkatkan edukasi keuangan kepada masyarakat agar mereka lebih memahami tentang risiko dan peluang investasi, serta cara mengelola keuangan dengan bijak. Hal ini dapat membantu masyarakat untuk membuat keputusan keuangan yang lebih tepat dan menghindari investasi bodong.</li>

<li><strong>Transparansi dan Akuntabilitas:</strong> Pemerintah perlu terus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara. Hal ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan mendorong partisipasi aktif dalam pembangunan ekonomi.</li>

</ol>

<p>Pengalaman Purbaya Yudhi Sadewa di TikTok menjadi pelajaran berharga bagi para pejabat publik untuk lebih responsif terhadap aspirasi masyarakat dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi yang efektif. Selain itu, penting juga untuk memberikan penjelasan yang komprehensif dan mudah dipahami terkait dengan kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil, sehingga masyarakat dapat memiliki pemahaman yang lebih baik dan mendukung upaya-upaya pemerintah dalam membangun ekonomi Indonesia yang lebih kuat dan sejahtera.</p>

<p><strong>(aid/hns)</strong></p>

</div>

➡️ Baca Juga: BPJS Bojongsoang Melaksanakan Kegiatan Sukarelawan Distribusi Takjil Gratis di Jalan Raya

➡️ Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia dalam Jalur Bebas Aktif di Konflik Timur Tengah

Exit mobile version