Pemprov Sulteng Tingkatkan Kampanye Keluarga Berencana, Fokus pada Dua Anak untuk Kesehatan Optimal

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) sedang berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keluarga berencana dengan slogan “dua anak lebih sehat”. Inisiatif ini adalah bagian dari usaha mereka untuk mempromosikan kesehatan optimal dan pembangunan keluarga yang berkualitas.
Penguatan Kampanye Keluarga Berencana
Wakil Gubernur Sulteng, Reny A Lamadjido, menekankan pentingnya keluarga berencana dalam acara Rakorda Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tahun 2026 yang berlangsung di Palu. Menurutnya, prinsip “dua anak lebih sehat” memungkinkan keluarga untuk fokus dalam memenuhi kebutuhan kesehatan, pendidikan, dan gizi anak dengan lebih baik.
Prinsip ini, lanjutnya, juga dapat meningkatkan peluang anak untuk tumbuh sehat dan terhindar dari stunting. Untuk tujuan ini, dia menekankan pentingnya integrasi antara Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dan elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM). Integrasi ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif tentang upaya penanganan stunting.
Pentingnya e-PPGBM dalam Pencegahan Stunting
Wakil Gubernur Lamadjido menyoroti pentingnya e-PPGBM dalam pencatatan data anak di Posyandu/Puskesmas. Ini membantu dalam pemantauan kasus stunting secara bulanan dan memastikan penargetan intervensi program yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Lebih lanjut, dia menekankan bahwa penilaian kasus stunting seharusnya tidak hanya berfokus pada indikator tinggi badan anak. Indikator lain seperti berat badan anak di bawah ideal, respons motorik yang lemah, kemampuan konsentrasi yang kurang, hingga imunitas yang lemah juga harus menjadi pertimbangan. Semua faktor ini membuat anak lebih rentan terhadap penyakit.
Pendekatan Kunjungan ke Rumah Sasaran
Selain itu, Wakil Gubernur Lamadjido juga menekankan pentingnya pendekatan kunjungan ke rumah sasaran intervensi stunting yang sudah terdata dalam e-PPGBM. Sasaran ini seringkali jarang datang ke Posyandu/Puskesmas. Oleh karena itu, langkah ini perlu dilakukan untuk memastikan proses pemantauan dan pencatatan bulanan tidak terhambat dan program intervensi stunting dapat berjalan dengan baik.
Dukungan Program Unggulan BKKBN Sulteng
Wakil Gubernur Reny menunjukkan apresiasi dan dukungannya terhadap program-program unggulan BKKBN Perwakilan Sulteng. Program-program ini sesuai dengan visi pemerintah provinsi dalam menciptakan masyarakat yang Sehat dan Berani Cerdas. Salah satu program tersebut adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), yang merupakan kolaborasi lintas sektor dalam menangani angka stunting.
Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan penandatanganan MoU pelaksanaan program Bangga Kencana antara BKKBN Perwakilan Sulteng dengan beberapa mitra kerja. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mewujudkan pembangunan keluarga berkualitas.
➡️ Baca Juga: Formula 1: Verstappen Mengulas Teknologi Terkini Mobil F1, Sebanding dengan Permainan Balapan


