Produk Kecantikan Premium Terjangkau Semakin Populer di E-Commerce Indonesia

Jakarta – Dalam beberapa tahun terakhir, minat konsumen di Indonesia terhadap produk kecantikan premium dengan harga terjangkau semakin meningkat. Fenomena ini tercermin dalam lonjakan penjualan serum yang mengandung Polydeoxyribonucleotide (PDRN) hingga 42 kali lipat dalam dua tahun terakhir, serta pertumbuhan pangsa pasar parfum berkonsentrasi tinggi, extrait de parfum, di platform e-commerce. Tren ini menunjukkan bahwa masyarakat kini lebih cerdas dalam memilih produk yang menawarkan kualitas tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Pertumbuhan Pasar Kecantikan di E-Commerce
Data dari Compas.co.id, yang dikelola oleh PT Telunjuk Komputasi Indonesia, menunjukkan bahwa nilai transaksi sektor barang konsumsi cepat habis (FMCG) di e-commerce Indonesia mencapai Rp88,4 triliun pada semester I 2026. Angka ini mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 29,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dalam sektor kecantikan, produk yang dihargai di bawah Rp200.000 mendominasi pasar, mencapai pangsa 81 persen dari total nilai transaksi. Temuan ini memperlihatkan bahwa konsumen semakin bijak dalam memilih produk, dengan mempertimbangkan harga yang sesuai dengan kemampuan mereka tanpa mengorbankan kualitas.
Perubahan Perilaku Konsumen
CEO Compas.co.id, Hanindia Narendrata, mengungkapkan bahwa perubahan perilaku konsumen saat ini mencerminkan keinginan untuk mendapatkan produk berkualitas tinggi dengan harga yang lebih wajar. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen tidak sedang menurunkan standar mereka, melainkan mereka berusaha untuk menemukan produk dengan formula yang lebih baik.
“Pergeseran pasar kecantikan sering kali disalahartikan. Konsumen tidak menurunkan standar produk mereka; mereka justru beralih ke pilihan yang lebih berkualitas, seperti Extrait de Parfum atau serum PDRN, namun menunggu hingga produk-produk ini tersedia pada rentang harga yang lebih terjangkau,” jelas Hanindia dalam keterangannya.
Popularitas Parfum Premium dan Serum PDRN
Perubahan dalam preferensi konsumen juga terlihat jelas pada kategori parfum. Produk extrait de parfum, yang memiliki konsentrasi minyak wangi yang lebih tinggi, menunjukkan peningkatan pangsa pasar yang signifikan, dari 8,1 persen pada awal 2024 menjadi 26,4 persen pada kuartal II 2026.
Nilai transaksi dalam kategori ini mencapai Rp534 miliar setiap kuartal. Pertumbuhan ini didorong oleh produk extrait de parfum yang dijual dalam kisaran harga Rp50.000 hingga Rp100.000, di mana pangsa produk dalam rentang harga ini melonjak dari 13,2 persen menjadi 27,5 persen.
Tren Serum PDRN dalam Perawatan Wajah
Tren serupa juga terlihat dalam kategori perawatan wajah, khususnya serum yang mengandung PDRN. Bahan aktif ini menjadi semakin populer dalam produk perawatan kulit yang fokus pada regenerasi dan perbaikan kondisi kulit.
Menurut riset Compas.co.id, penjualan serum PDRN meningkat sampai 42 kali lipat dalam dua tahun, mencapai Rp25,9 miliar per kuartal pada kuartal II 2026. Dari sisi volume, penjualan serum PDRN meloncat dari 1.958 unit menjadi 199.430 unit. Pada saat yang sama, harga rata-rata produk menurun dari Rp315.000 menjadi Rp130.000 per botol.
Penurunan harga ini sejalan dengan peningkatan volume penjualan, yang menunjukkan bahwa produk dengan bahan aktif yang sebelumnya dijual dengan harga tinggi kini semakin dapat diakses oleh konsumen yang lebih luas.
Brand Baru Muncul di Pasar Kecantikan
Pertumbuhan pasar kecantikan digital juga menarik perhatian banyak pelaku usaha baru. Selama semester I 2026, Compas.co.id mencatat munculnya sebanyak 4.219 merek kecantikan baru di platform e-commerce. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak pelaku industri yang berusaha menawarkan produk-produk berkualitas dengan harga yang lebih kompetitif.
Dengan adanya banyak pilihan, konsumen kini memiliki lebih banyak opsi untuk menemukan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka. Merek-merek baru ini tidak hanya bersaing dalam hal harga, tetapi juga dalam hal inovasi dan kualitas produk, sehingga menciptakan persaingan yang sehat di pasar kecantikan Indonesia.
Strategi Pemasaran yang Efektif
Bagi brand baru yang ingin bersaing di pasar yang semakin ketat ini, strategi pemasaran yang efektif sangatlah penting. Berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan:
- Memanfaatkan Media Sosial: Menggunakan platform seperti Instagram dan TikTok untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
- Kolaborasi dengan Influencer: Menggandeng influencer yang sesuai dengan target pasar untuk meningkatkan visibilitas produk.
- Menawarkan Sample Gratis: Memberikan sample gratis untuk menarik perhatian konsumen dan mendorong mereka mencoba produk.
- Kampanye Diskon Menarik: Menyediakan promo dan diskon untuk menarik minat pembeli.
- Fokus pada Ulasan Pelanggan: Mengedepankan ulasan positif dari pelanggan untuk membangun kepercayaan konsumen.
Masa Depan Pasar Kecantikan di Indonesia
Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kualitas dalam memilih produk kecantikan, masa depan pasar ini terlihat sangat cerah. Konsumen semakin pintar dan kritis, mendorong pelaku industri untuk terus berinovasi dan menciptakan produk-produk yang tidak hanya berkualitas tinggi, tetapi juga terjangkau.
Ketika e-commerce terus berkembang, para pelaku usaha harus siap untuk beradaptasi dengan perubahan tren dan kebutuhan konsumen. Hal ini termasuk mengoptimalkan pengalaman berbelanja online, menyediakan informasi yang jelas dan transparan tentang produk, serta menjaga kualitas layanan pelanggan.
Dengan berbagai perubahan dan inovasi yang sedang terjadi, produk kecantikan premium dengan harga terjangkau akan terus menjadi pilihan favorit di kalangan konsumen Indonesia. Ini adalah era baru dalam industri kecantikan, di mana kualitas dan harga beriringan untuk memenuhi harapan konsumen yang semakin tinggi.
➡️ Baca Juga: Patroli Gabungan Cartenz dan Yonif 527 Tingkatkan Keamanan di Puncak Jaya
➡️ Baca Juga: Kode Redeem Ragnarok: The New World September 2026, Dapatkan Beragam Hadiah Menarik!



