PT Pertamina Patra Niaga Umumkan Pemulihan Penyaluran BBM di Bali Setelah Pasokan Terbatas

Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di Bali mengalami pemulihan signifikan setelah sebelumnya mengalami kekurangan pasokan. PT Pertamina Patra Niaga Wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) mengonfirmasi bahwa distribusi BBM jenis pertalite di Denpasar dan Kabupaten Badung kini telah kembali normal. Hal ini menjadi berita baik bagi masyarakat yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM untuk aktivitas sehari-hari.
Strategi Pemulihan Distribusi BBM
Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, menegaskan bahwa pihaknya terus memaksimalkan distribusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. “Kami memberikan prioritas pengiriman ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang berada di daerah dengan permintaan tinggi,” ujarnya. Upaya ini menunjukkan komitmen Pertamina untuk menjaga ketersediaan BBM di tengah tantangan yang ada.
Alih Suplai untuk Memenuhi Kebutuhan
Dalam rangka mengatasi masalah pasokan yang terbatas, Pertamina telah melakukan alih suplai pertalite melalui Terminal BBM Terintegrasi (IT) Manggis yang terletak di Kabupaten Karangasem. Selain itu, penataan kembali distribusi ke berbagai SPBU juga dilakukan berdasarkan tingkat kebutuhan dan prioritas setiap wilayah. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan BBM.
Progres Pemulihan Pasokan
Setelah penerapan berbagai langkah strategis, pasokan BBM mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Pada tanggal 27 Agustus, Pertamina menyiapkan penyaluran sekitar 2.300 kiloliter (kl) pertalite, yang lebih tinggi dari rata-rata kebutuhan harian SPBU di Bali yang mencapai 2.109 kl. Ini berarti penyaluran pada hari tersebut mencapai 109% dari kebutuhan harian.
Keberhasilan ini berlanjut pada tanggal 28 Agustus, di mana Pertamina berhasil menyalurkan 2.479 kl pertalite. Rinciannya, 424 kl berasal dari Terminal BBM Sanggaran di Kota Denpasar, sementara 2.055 kl berasal dari IT Manggis. Angka ini mencerminkan capaian 117% dari rata-rata kebutuhan harian, yang menunjukkan bahwa distribusi BBM semakin baik, terutama di SPBU yang sebelumnya mengalami antrean panjang.
Monitoring dan Evaluasi Stok
Pertamina terus melakukan monitoring secara berkala terhadap kondisi stok di terminal, kebutuhan masing-masing SPBU, serta realisasi penyaluran di lapangan. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa distribusi BBM tetap terjaga sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan pemantauan yang ketat, diharapkan tidak ada lagi kekurangan pasokan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Dampak Antrean Panjang di SPBU
Beberapa waktu lalu, antrean panjang di sejumlah SPBU, terutama di Denpasar dan Badung, menjadi pemandangan yang biasa terjadi akibat terbatasnya pasokan pertalite. Hal ini menimbulkan keluhan dari masyarakat yang kehilangan waktu berharga dalam menunggu BBM. Kejadian ini memicu berbagai reaksi dari masyarakat yang sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar untuk mobilitas sehari-hari.
Penyebab Terbatasnya Pasokan Pertalite
Ahad Rahedi menjelaskan bahwa terbatasnya pasokan pertalite disebabkan oleh penyesuaian jadwal sandar kapal di IT Manggis serta Terminal BBM Sanggaran. Penyesuaian ini memang diperlukan, namun berdampak pada kelancaran distribusi. Di sisi lain, perawatan fasilitas di Terminal BBM Sanggaran juga menjadi faktor yang mempengaruhi kapasitas penerimaan dan penyaluran BBM secara sementara.
- Penyesuaian jadwal sandar kapal.
- Perawatan fasilitas di Terminal BBM Sanggaran.
- Pengaturan distribusi berdasarkan prioritas wilayah.
- Monitoring stok dan kebutuhan SPBU secara berkala.
- Peningkatan kapasitas penyaluran dari terminal lain.
Optimasi Distribusi BBM ke SPBU
Dengan adanya pemulihan penyaluran BBM ini, Pertamina berkomitmen untuk terus mengoptimalkan distribusi ke SPBU di Bali. Upaya ini menjadi sangat penting mengingat tingginya permintaan masyarakat akan BBM, terutama di musim liburan atau saat kegiatan ekonomi meningkat. Pengaturan distribusi yang lebih baik diharapkan dapat mencegah terulangnya antrean panjang di SPBU.
Kesiapan Menghadapi Permintaan Tinggi
Di samping itu, Pertamina juga terus berupaya memastikan bahwa semua terminal BBM siap untuk menghadapi lonjakan permintaan. Dengan langkah-langkah yang diambil, diharapkan ketersediaan BBM dapat terjaga, dan masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan dalam mendapatkan bahan bakar.
Kesimpulan
Pemulihan penyaluran BBM di Bali merupakan langkah positif yang diambil oleh Pertamina. Dengan adanya berbagai strategi yang diterapkan, diharapkan masyarakat dapat kembali merasakan ketersediaan BBM yang optimal. Melalui monitoring dan pengaturan yang baik, diharapkan distribusi BBM dapat berjalan lancar dan memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
➡️ Baca Juga: Wisata Cikao Park Purwakarta Ramai Saat Lebaran
➡️ Baca Juga: Penerbangan Langsung Jakarta-Da Nang: Mempermudah Liburan ke Vietnam




