Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Tinjau Harga Sembako di Solo dan Sragen untuk Stabilitas Ekonomi

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melakukan peninjauan langsung terhadap harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di berbagai pasar yang ada di Kota Surakarta dan Kabupaten Sragen pada hari Rabu. Dalam pantauannya di Pasar Gede Solo, ia menyatakan bahwa meskipun terdapat aplikasi yang memudahkan pemantauan harga di seluruh pasar di wilayah Jawa Tengah, pengecekan secara langsung di lapangan tetap sangat penting. “Penting untuk melihat situasi di lapangan meskipun teknologi sudah ada,” ujarnya. Menurutnya, terdapat dua aspek utama yang menjadi fokus perhatian pemerintah, yaitu ketersediaan bahan pokok dan keterjangkauan harga. Beberapa komoditas, seperti cabai dan telur ayam ras, menunjukkan fluktuasi harga, namun ia menilai bahwa kenaikan tersebut masih dalam batas wajar, terutama menjelang Lebaran. “Kenaikan harga cabai, yang berada di kisaran Rp70.000 hingga Rp80.000, masih tergolong normal,” tambahnya. Sementara itu, di Pasar Bunder Sragen, ia mengungkapkan bahwa harga beras masih stabil dan berada dalam rentang harga eceran tertinggi (HET). Secara umum, ia menilai bahwa kondisi harga bahan kebutuhan pokok masih terjaga dan tidak ada lonjakan harga yang signifikan. Jika terjadi lonjakan harga di pasar tertentu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap melakukan intervensi melalui perangkat daerah dan BUMD pangan.
Penyaluran Bantuan Pangan oleh Perum Bulog
Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas telah memulai penyaluran bantuan pangan untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026 yang ditujukan kepada Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Distribusi ini diawali di Kecamatan Sigaluh, yang menjadi titik awal untuk penyaluran kepada masyarakat yang berhak menerima.
Distribusi pertama ini dilakukan di Desa Kemiri pada hari Rabu, di mana bantuan pangan diberikan kepada 150 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dengan total kuantum beras sebanyak 3.000 kilogram dan minyak goreng sebanyak 600 liter.
Detail Penyaluran di Kecamatan Sigaluh
Di Kecamatan Sigaluh, terdapat total 3.727 PBP yang terdaftar, dengan total kuantum beras yang dialokasikan mencapai 74.540 kilogram dan minyak goreng sebanyak 14.908 liter. Pemimpin Cabang Perum Bulog Banyumas, Prawoko Setyo Aji, menyatakan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan tindakan lanjutan dari penugasan Badan Pangan Nasional (Bapanas) terkait distribusi Cadangan Pangan Pemerintah Tahun 2026.
Alokasi dan Distribusi yang Terencana
Prawoko menjelaskan bahwa Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas diberikan tugas untuk menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada masyarakat di Kabupaten Banjarnegara. Penyaluran ini mencakup alokasi untuk dua bulan sekaligus, yakni untuk periode Februari dan Maret 2026 (Tahap I), sebagai langkah untuk mempercepat distribusi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Distribusi bantuan ini direncanakan akan dilakukan secara bertahap, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Prawoko menambahkan bahwa Bulog juga telah menyiapkan dukungan logistik dan memperkuat koordinasi lintas sektor agar proses distribusi dari gudang sampai ke tangan penerima dapat berjalan dengan baik.
Koordinasi dengan Pemerintah Daerah
“Kami telah menjalin komunikasi yang baik dengan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan untuk memastikan bahwa proses penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran,” ujarnya. Ia juga menginformasikan bahwa jumlah penerima bantuan pangan di Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2026 tercatat sebanyak 159.339 PBP, mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 91.616 PBP, atau bertambah 67.723 penerima.
Peningkatan jumlah penerima bantuan pangan ini menunjukkan adanya perluasan cakupan perlindungan sosial pemerintah dalam membantu masyarakat yang rentan untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok mereka. Program bantuan pangan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk menjaga ketahanan pangan nasional, sekaligus menekan dampak fluktuasi harga kebutuhan pokok di tingkat konsumen.
Prawoko berharap bahwa bantuan pangan ini dapat meringankan beban masyarakat dan menjaga stabilitas dalam pemenuhan kebutuhan pokok. “Kami berkomitmen untuk terus memberikan dukungan agar masyarakat yang membutuhkan dapat terbantu,” tutupnya.
➡️ Baca Juga: Serangan Drone dan Rudal Iran Digagalkan, Arab Saudi, UEA, dan Bahrain Aktifkan Sistem Pertahanan
➡️ Baca Juga: Infinix Note 60 Ultra Pininfarina: Kolaborasi Resmi dengan Studio Pembuat Ferrari Diperkenalkan



