DJKA Uji Coba “Skybridge” Bandung untuk Akses Penumpang Whoosh
— Paragraf 1 —
BANDUNG – Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan mulai melakukan uji coba pengoperasian skybridge Bandung guna meningkatkan aksesibilitas penumpang kereta. Uji coba tersebut dilakukan untuk mendukung mobilitas penumpang Kereta Cepat Whoosh yang akan melanjutkan perjalanan menggunakan Kereta Api Feeder.
— Paragraf 2 —
Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Bandung melaksanakan uji coba tersebut sebagai langkah mengantisipasi potensi kepadatan penumpang. Langkah ini juga dilakukan menjelang masa Angkutan Lebaran 2026 atau 1447 Hijriah yang diperkirakan akan mengalami peningkatan jumlah penumpang.
— Paragraf 3 —
Sebelum adanya uji coba ini, penumpang Kereta Api Feeder masih menggunakan jalur akses yang sama dengan penumpang kereta jarak jauh. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan penumpukan penumpang di area tertentu ketika volume perjalanan meningkat mendekati periode angkutan Lebaran.
— Paragraf 4 —
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Bandung, Endang Setiawan, menjelaskan bahwa pengoperasian skybridge bertujuan mengatur alur penumpang lebih merata. Dengan adanya jalur penghubung tersebut, mobilitas penumpang menuju layanan Kereta Api Feeder dinilai menjadi lebih dekat serta efisien.
— Paragraf 5 —
“Uji coba pengoperasian skybridge Bandung ini merupakan wujud dukungan DJKA. Untuk operasional kereta cepat serta untuk meningkatkan layanan transportasi,” ujar Endang di Bandung, Rabu (11/3).
— Paragraf 6 —
Endang juga menyampaikan bahwa mulai 10 Maret 2026 aktivitas penumpang Kereta Api Feeder dipindahkan ke Hall Feeder Kereta Cepat. Penumpang KA Feeder diharapkan menyesuaikan penggunaan akses naik turun serta ruang tunggu penumpang sesuai pengaturan terbaru.
— Paragraf 7 —
“Untuk penumpang KA Feeder diharapkan dapat menyesuaikan akses naik turun serta ruang tunggu penumpang kedepannya. Serta tidak datang ke stasiun terlalu dekat dengan waktu keberangkatan kereta,” ucap dia.
— Paragraf 8 —
Ia menambahkan bahwa uji coba pengoperasian skybridge akan menjadi bahan evaluasi dalam menghadapi masa Angkutan Lebaran 2026. Direktorat Jenderal Perkeretaapian menegaskan komitmen untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan, serta mewujudkan sistem transportasi kereta yang inklusif bagi masyarakat. ils/I-1
➡️ Baca Juga: Pemerintah Batasi Akses Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun, DPR Tekankan Literasi Digital yang Penting
➡️ Baca Juga: Yura Yunita Mengirimkan Doa untuk Vidi Saat Melaksanakan Umrah: Laporan Terbaru