WALHI Jabar Tuntut Penghentian Turnamen Offroad Piala Panglima TNI di Ciwidey Bandung

Rencana pelaksanaan Turnamen Offroad Piala Panglima TNI, yang digelar untuk memperingati HUT ke-81 TNI pada tahun 2026, di kawasan Ciwidey, Kabupaten Bandung, pada tanggal 18 hingga 20 September 2026, menarik perhatian publik. Wacana ini tidak hanya menjadi sorotan penggemar olahraga offroad, tetapi juga memicu diskusi serius di kalangan aktivis lingkungan dan masyarakat luas.
Pentingnya Perlindungan Ekosistem di Ciwidey
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jawa Barat memberikan kritik tajam terhadap rencana turnamen ini. Mereka menekankan bahwa penyelenggaraan acara di kawasan Ciwidey harus mempertimbangkan dampak terhadap perlindungan hutan dan keseimbangan ekosistem. Kawasan ini dikenal dengan keindahan alamnya dan kekayaan biodiversitas yang harus dijaga.
Menurut informasi yang beredar, kegiatan tersebut direncanakan berlangsung di Saung Komando, Ciwidey, dengan berbagai kategori kompetisi seperti Racing Adventure Individual 4×4, Kejurda IOF Jabar, dan Winching Adventure Competition, di mana masing-masing kategori akan melibatkan berbagai jenis kendaraan offroad.
Risiko Lingkungan yang Mengemuka
Direktur Eksekutif WALHI Jabar, Wahyudin Iwang, menyatakan perlunya evaluasi mendalam terkait penggunaan kendaraan offroad dalam jumlah besar di area yang secara ekologis rentan. Iwang mengingatkan bahwa segala bentuk kegiatan yang berpotensi merusak lingkungan harus diawasi dengan ketat.
- Pentingnya verifikasi lokasi dan lintasan kegiatan.
- Transparansi dalam pengurusan izin kegiatan.
- Klarifikasi dari pihak Perhutani mengenai kawasan yang dikelola.
- Pemantauan oleh aparat penegak hukum.
- Pemahaman akan risiko kerusakan lingkungan.
Iwang menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Nomor 68/KH.05/DISHUT pada tanggal 19 Mei 2026, yang secara jelas mengatur perlindungan kawasan hutan dari kegiatan kendaraan bermotor offroad. Oleh karena itu, diharapkan semua pihak mematuhi regulasi yang ada demi kelestarian lingkungan.
Desakan untuk Tindakan Segera
WALHI Jabar mendesak pemerintah untuk segera melakukan verifikasi terhadap lokasi dan lintasan yang akan digunakan dalam turnamen. Hal ini penting untuk memastikan bahwa kegiatan tersebut tidak merusak kawasan hutan yang dilindungi. Iwang juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses perizinan.
Kepada penyelenggara, WALHI meminta agar semua informasi terkait izin, termasuk nomor izin, pemberi izin, status kawasan, dan persetujuan dari pengelola kawasan, disampaikan secara terbuka. Dengan langkah ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami dasar hukum dari pelaksanaan acara tersebut.
Klarifikasi dari Pihak Perhutani
WALHI juga menekankan perlunya klarifikasi resmi dari Perhutani mengenai kawasan yang dikelola. Jika terdapat area yang digunakan dalam kegiatan ini, harus ada penjelasan yang jelas mengenai status dan izin penggunaan kawasan tersebut.
Iwang menekankan, “Kami meminta agar kegiatan ini dihentikan jika terbukti menggunakan kawasan Hutan Lindung atau Hutan Konservasi, karena hal tersebut bertentangan dengan SE Gubernur Jawa Barat Nomor 68/KH.05/DISHUT.” Ini merupakan langkah penting untuk melindungi ekosistem yang sensitif dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
Peran Aparat Penegak Hukum
WALHI Jabar juga meminta aparat penegak hukum untuk meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan ini. SE Gubernur menekankan pentingnya pengelola kawasan dan perangkat daerah untuk melakukan pengawasan yang ketat, berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, serta mengambil tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran.
Iwang menambahkan, “TNI sebagai institusi negara perlu memastikan bahwa peringatan HUT ke-81 TNI tidak menjadi preseden buruk dan tidak membuka ruang bagi aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan.” Dalam hal ini, TNI diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam sambil tetap merayakan pencapaian institusi.
Kesadaran Lingkungan di Tengah Perayaan
Penting untuk diingat bahwa setiap kegiatan yang melibatkan alam harus dilakukan dengan kesadaran penuh akan dampak lingkungannya. Turnamen offroad piala Panglima TNI harus menjadi contoh baik dalam memadukan perayaan dengan upaya pelestarian lingkungan. Dengan pendekatan yang bijak, diharapkan acara ini dapat dilaksanakan tanpa mengorbankan kebijakan perlindungan lingkungan yang telah ditetapkan.
Melalui dialog antara pihak penyelenggara, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan ada kesepahaman yang saling menguntungkan, di mana kegiatan olahraga dapat berjalan dengan baik tanpa merusak keindahan alam yang menjadi aset berharga bagi masyarakat dan generasi mendatang.
Harapan untuk Masa Depan yang Berkelanjutan
Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya perlindungan lingkungan, diharapkan semua pihak dapat bekerja sama untuk menciptakan acara yang tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik. Setiap langkah kecil dalam menjaga kelestarian lingkungan dapat memberikan dampak besar bagi masa depan ekosistem kita.
WALHI Jabar, dalam hal ini, mengajak semua elemen masyarakat untuk peduli dan berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan. Kegiatan seperti turnamen offroad dapat menjadi peluang untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam dan mendorong perilaku yang ramah lingkungan.
Di tengah tantangan yang ada, mari kita ciptakan sinergi antara kegiatan olahraga dan pelestarian alam. Dengan demikian, kita tidak hanya merayakan prestasi, tetapi juga merayakan keindahan alam yang telah diwariskan kepada kita. Melalui kolaborasi yang baik, masa depan yang berkelanjutan dapat tercapai.
➡️ Baca Juga: Pemerintah Gunungkidul Perbaiki 25 Kilometer Jalan Kabupaten Tahun Ini untuk Peningkatan Infrastruktur
➡️ Baca Juga: Raul Asencio Dijatuhi Hukuman karena Mengemudi di Bawah Pengaruh Alkohol



