Wali Kota Bogor Lantik Dua Direksi Perumda Tirta Pakuan: Tantangan Besar di Depan

Pada hari Jumat, 27 Maret 2026, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, melakukan pelantikan dua direksi baru untuk Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan di Gedung Balai Kota Bogor. Pelantikan ini menjadi momen penting dalam pengelolaan air bersih dan pelayanan publik di Kota Bogor, yang menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
Pelantikan Direksi Baru Perumda Tirta Pakuan
Dalam pelantikan tersebut, Muzakkir Abdullah diangkat sebagai Direktur Pelayanan dan Bisnis, sementara Dani Rakhmawan ditunjuk sebagai Direktur Operasional. Keduanya akan menjalankan tugasnya selama periode 2026 hingga 2031 setelah melewati serangkaian proses seleksi yang ketat sejak pendaftaran dibuka pada 8 Januari 2026.
Wali Kota Dedie menjelaskan bahwa pelantikan ini dilakukan segera setelah Pemerintah Kota Bogor menerima rekomendasi resmi dari Kementerian Dalam Negeri pada malam sebelumnya, 26 Maret 2026. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah kota untuk menjaga kontinuitas dan efektivitas operasional Perumda Tirta Pakuan.
Urgensi Pelantikan
“Setelah menerima rekomendasi dari Kemendagri, kami bergerak cepat untuk melaksanakan pelantikan ini. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa operasional Perumda Tirta Pakuan tetap berjalan dengan baik dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” ungkap Dedie saat memberikan sambutan pada acara pelantikan.
Namun, Dedie juga menekankan bahwa masih ada satu posisi penting yang belum terisi, yaitu Direktur Administrasi dan Keuangan. Posisi ini masih dalam tahap konsultasi lebih lanjut dengan Kemendagri untuk menentukan apakah akan melanjutkan proses yang telah ada atau membuka seleksi baru.
Tugas dan Tantangan Direksi Baru
Dengan dilantiknya dua direksi baru, mereka dihadapkan pada sejumlah tantangan besar yang perlu segera ditangani. Dedie menyatakan bahwa ada pekerjaan rumah yang cukup signifikan, mulai dari proyek strategis hingga perbaikan internal di dalam perusahaan.
- Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) skala kota.
- Peningkatan kualitas pelayanan air bersih.
- Pembenahan struktur organisasi dan manajemen.
- Pengembangan infrastruktur pendukung.
- Implementasi program-program berkelanjutan yang ramah lingkungan.
Pembangunan IPAL Skala Kota
Salah satu prioritas utama yang menjadi fokus Direksi Perumda Tirta Pakuan adalah pengawasan terhadap proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang direncanakan akan dimulai pada tahun 2027. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sanitasi dan lingkungan hidup di Kota Bogor.
Dedie menjelaskan bahwa program IPAL skala kota adalah inisiatif pengolahan air limbah terpusat yang telah dicantumkan dalam perencanaan nasional, atau yang dikenal dengan istilah green book, oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Selain itu, proyek ini diharapkan mendapatkan dukungan finansial dari pemerintah pusat.
Tahapan Persiapan Proyek
Sebelum proyek pembangunan IPAL dapat dimulai, Pemerintah Kota Bogor masih harus menyelesaikan berbagai tahapan teknis yang penting. Ini termasuk peninjauan ulang Detail Engineering Design (DED), persiapan dokumen lelang, serta memastikan kesiapan anggaran untuk tahun 2026.
“Ini adalah tantangan besar yang harus kami hadapi. Kami perlu mempercepat dan menyelesaikan seluruh rangkaian proses teknis ini dengan baik, berkolaborasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Perumda Tirta Pakuan agar pembangunan IPAL dapat benar-benar dimulai sesuai jadwal yang ditentukan pada tahun 2027,” jelasnya.
Komitmen untuk Pelayanan Masyarakat
Dedie menambahkan bahwa keberhasilan proyek ini sangat penting bagi peningkatan layanan kepada masyarakat. Dengan adanya sistem pengolahan air limbah yang baik, diharapkan kualitas hidup warga Kota Bogor dapat meningkat, serta lingkungan dapat terjaga dengan baik.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil oleh direksi baru Perumda Tirta Pakuan akan berfokus pada kepentingan masyarakat. Pelayanan yang optimal adalah prioritas kami, dan kami berharap direksi yang baru dilantik dapat menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Strategi Jangka Panjang untuk Perumda Tirta Pakuan
Ke depan, direksi Perumda Tirta Pakuan juga harus memikirkan strategi jangka panjang untuk mengatasi berbagai tantangan yang ada. Ini termasuk pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan teknologi informasi dalam pengelolaan layanan.
- Peningkatan kompetensi SDM melalui pelatihan dan pengembangan.
- Implementasi teknologi untuk efisiensi operasional.
- Pengembangan program berbasis inovasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
- Kerjasama dengan pihak swasta untuk investasi di sektor air.
- Monitoring dan evaluasi berkelanjutan terhadap layanan yang diberikan.
Dengan adanya komitmen dan visi yang jelas, diharapkan Perumda Tirta Pakuan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Direksi baru diharapkan mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan dan tantangan yang ada, serta memberikan solusi yang tepat untuk meningkatkan kualitas layanan publik di Kota Bogor.
Kesimpulan: Harapan untuk Masa Depan
Pelantikan dua direksi baru Perumda Tirta Pakuan menjadi langkah awal yang sangat penting dalam mengelola sumber daya air di Kota Bogor. Dengan tantangan yang ada, diharapkan keduanya dapat menjalankan amanah ini dengan baik dan berkontribusi positif terhadap pengembangan kota. Kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan semua stakeholder menjadi kunci untuk mencapai keberhasilan dalam setiap program yang dijalankan.
Dengan harapan dan semangat yang baru, di bawah kepemimpinan yang fresh, Perumda Tirta Pakuan diharapkan dapat memberikan layanan yang lebih baik dan inovatif untuk seluruh warga Kota Bogor.
➡️ Baca Juga: Ayam Panggang Pakis Lereng Muria: Kuliner Favorit Selama Lebaran yang Wajib Dicoba
➡️ Baca Juga: Unit Punk Bekasi Merilis Album ‘Perang Sarung Gajah Moshing’ dengan Sukses, Meningkatkan Rejeki

