Wamen LH Dorong Pemasangan Biopori untuk Cegah Banjir di Jabodetabek

Jakarta – Dalam upaya mengatasi masalah banjir yang kerap melanda wilayah Jabodetabek, Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, mengajak masyarakat untuk lebih aktif berpartisipasi dalam pemasangan biopori. Ajakan ini disampaikan saat acara penyaluran bantuan pipa biopori yang berlangsung di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.
Pentingnya Pemasangan Biopori untuk Mencegah Banjir
Diaz mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk mencegah terjadinya banjir di Jabodetabek. Acara penyaluran bantuan ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Air Sedunia yang mengangkat tema Water and Gender, menekankan pentingnya akses air bersih dan pengelolaannya yang berkelanjutan.
“Hari ini kami memberikan bantuan unit biopori dan alat untuk membuat lubang biopori kepada 10 desa di Kecamatan Cisarua. Masing-masing desa akan mendapatkan 50 unit sebagai langkah konkret dalam mencegah banjir,” pungkas Diaz dalam keterangannya pada Senin (6/4).
Peran Kritis Kecamatan Cisarua dalam Pengelolaan Air
Kecamatan Cisarua, sebagai bagian dari kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung, memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan air. Pemasangan biopori di daerah ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pengelolaan air yang lebih baik, sehingga potensi banjir bisa diminimalisir.
Ajakan kepada Masyarakat untuk Berpartisipasi
Diaz juga mendorong masyarakat di sekitar untuk memasang biopori di lingkungan rumah mereka. Selain itu, ia mengajak warga untuk menanam pohon guna meningkatkan daya serap tanah terhadap air hujan.
“Dengan adanya biopori, air hujan dapat langsung meresap ke dalam tanah, menjaga keseimbangan air, dan mengurangi risiko banjir. Sebaiknya, setiap rumah juga menanam minimal satu pohon untuk mendukung upaya ini,” jelasnya.
Ketersediaan Air Bersih yang Terbatas
Diaz menambahkan, menjaga keseimbangan air sangat penting, terutama mengingat ketersediaan air bersih yang semakin terbatas. Dari total air yang terdapat di permukaan bumi, hanya sekitar dua persen yang dapat dimanfaatkan oleh manusia.
- Sekitar 71 persen permukaan bumi terdiri dari air.
- Hanya dua persen dari total air yang dapat digunakan untuk kebutuhan manusia.
- Sebagian besar air yang dapat digunakan berada di wilayah kutub.
- Ketersediaan air bersih semakin terancam oleh perubahan iklim.
- Pembangunan infrastruktur juga berpengaruh terhadap pengelolaan air.
Dampak Negatif Kelebihan Air
Diaz menekankan bahwa kelebihan air bisa menimbulkan dampak negatif, termasuk potensi terjadinya banjir. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara jumlah air yang masuk dan keluar dari suatu kawasan.
“Kita harus menghindari situasi di mana kita kekurangan air, tetapi juga harus mencegah terjadinya kelebihan air. Jika air berlebih, bisa menyebabkan banjir. Di sinilah peran biopori menjadi sangat krusial untuk membantu mengelola air dengan lebih baik,” tutupnya.
➡️ Baca Juga: Grand Slam Wimbledon Terapkan Teknologi Video Review untuk Musim 2026 Mendatang
➡️ Baca Juga: Fitness Pemula: Cara Membangun Rutinitas Olahraga yang Aman dan Efektif




