Wamenkraf Ungkap Strategi Sukses: Berani Tampil Berbeda di Kampus untuk Kesuksesan

Jakarta – Dalam sebuah sesi inspiratif untuk mahasiswa Master of Design di BINUS University, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menekankan pentingnya keberanian untuk bertanya dan eksplorasi ide-ide baru. Dalam acara MODB Innovation Talks yang merupakan bagian dari program Master of Design BINUS (MODB) 2026 yang bertajuk “The First Wave Convergence of Design”, Irene membagikan perjalanan kariernya serta prinsip-prinsip yang membantunya mencapai posisi saat ini. Dia menekankan bahwa mahasiswa harus berani menanyakan hal-hal yang mungkin dianggap sepele, karena pertanyaan tersebut merupakan kunci untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam.

Pentingnya Keberanian untuk Bertanya

Irene mengungkapkan bahwa keberanian untuk bertanya adalah keterampilan yang harus diasah sejak masa perkuliahan. Dengan membangun kebiasaan ini, mahasiswa dapat melatih diri untuk berpikir kritis dan menggali pengetahuan tanpa rasa takut terhadap penilaian dari orang lain. Dia mengingat pesan dari CEO tempatnya bekerja yang mendorongnya untuk tidak ragu mengajukan pertanyaan, bahkan yang tampaknya sederhana sekalipun.

“Bertanyalah sebanyak mungkin, bahkan jika pertanyaanmu terasa bodoh. Jika tidak ada yang menjawab, datanglah dan tanyakan padaku,” ujar Irene, menegaskan pentingnya rasa ingin tahu dalam proses belajar.

Membangun Ruang Aman untuk Bertanya

Irene berharap semua institusi pendidikan, termasuk BINUS, dapat menjadi lingkungan yang aman untuk mahasiswa dalam mengeksplorasi berbagai pertanyaan. Dia menegaskan bahwa tidak ada pertanyaan yang bodoh; seringkali, orang memilih untuk tidak bertanya karena takut dianggap tidak kompeten. Irene mengakui bahwa hingga hari ini, dia masih sering mengajukan pertanyaan yang dianggap sederhana di lingkungan kementerian, bukan karena gengsi, tetapi sebagai langkah untuk memperluas pengetahuannya.

Inovasi sebagai Proses Berkelanjutan

Irene juga menekankan bahwa kampus perlu berfungsi sebagai “sandbox” atau ruang percobaan bagi mahasiswa untuk berinovasi. Dalam konteks ini, dia menjelaskan empat prinsip yang dapat diterapkan untuk menciptakan lingkungan inovatif.

1. Collide Ideas

Mahasiswa didorong untuk menggabungkan berbagai disiplin ilmu, seperti Desain Komunikasi Visual (DKV), arsitektur, bisnis, dan teknologi. Kolaborasi lintas disiplin ini diharapkan dapat menghasilkan ide-ide baru yang segar dan inovatif.

2. Fail Test

Kegagalan seharusnya dipandang sebagai bagian dari proses pembelajaran, bukan sebagai akhir dari segalanya. Dengan demikian, mahasiswa dapat memetik pelajaran dari setiap kesalahan yang terjadi.

3. Ideate Free

Mahasiswa perlu diberikan kebebasan untuk mengembangkan ide-ide mereka tanpa batasan. Proses eksplorasi ide harus dilakukan secara bebas, sehingga kreativitas dapat berkembang dengan optimal.

4. Iterate Boldly

Inovasi harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melakukan prototyping, pengujian, perbaikan, dan pengulangan. Proses ini memungkinkan mahasiswa untuk terus meningkatkan ide mereka berdasarkan umpan balik yang diterima.

Menjaga Fokus pada Tujuan

Di akhir sesi, Irene menekankan agar mahasiswa tidak terjebak pada satu ide atau rancangan tertentu. Sangat penting untuk tetap berpegang pada niat dan tujuan awal, meskipun arah proyek dapat berubah selama proses berlangsung. Menurutnya, perubahan tersebut sah selama proyek tetap berada dalam jalur yang benar dan mematuhi aturan yang ada.

“Jangan terlalu terikat pada ide-ide kalian. Sebaliknya, berkomitmenlah pada niat dan tujuan, serta pastikan apapun yang terjadi, kalian tetap memperjuangkannya,” pesan Irene, memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk terus bergerak maju dalam perjalanan mereka.

Dengan prinsip-prinsip ini, diharapkan mahasiswa dapat memanfaatkan lingkungan kampus mereka untuk berani tampil berbeda dan meraih kesuksesan di masa depan. Keberanian untuk bertanya, berinovasi, dan tetap fokus pada tujuan adalah kunci untuk mencapai prestasi yang gemilang dalam dunia yang terus berkembang.

➡️ Baca Juga: 70+ Ide Nama Grup Kelas yang Menarik, Kreatif, dan Menghibur untuk Pengguna Muda

➡️ Baca Juga: Permainan Melambat karena Kelelahan Atlet Menjelang Akhir Musim Kompetisi

Exit mobile version