Xbox Elite Series 3 RUMOR Punya OLED Screen 1.5 Inch

Rumor soal penerus kontroler premium kembali menghangat setelah sinyal dari TGS 2025. Model terakhir dirilis pada 2019, dan kabar terbaru menyebut tim pengembang sedang bereksperimen pada aksesori baru.
Dalam wawancara, Sarah Bond memilih tidak mengonfirmasi adanya perangkat itu. Ia hanya menyebut tim akan terus inovasi dan berbagi informasi di waktu mendatang.
Artikel ini akan merangkum rumor utama, konteks sejak rilis 2019, serta apa arti potensi layar mini bagi pengalaman bermain. Kami juga menilai dampaknya pada ekspektasi pengguna xbox elite dan komunitas elite series.
Tujuan singkat: memberi gambaran seimbang antara spekulasi dan fakta, agar pembaca paham apakah fitur seperti itu benar-benar memengaruhi cara main dan nilai tambah untuk sebuah controller.
Rumor Terkini: Elite Series 3 dan Isyarat dari Wawancara TGS 2025
Respon Sarah Bond di TGS 2025 bersifat hati-hati dan memicu spekulasi seputar aksesori masa depan. Ia tidak memberi detail produk, namun menegaskan tim terus bereksperimen pada inovasi aksesori.
Intisari Cepat: Apa yang Diisyaratkan Xbox soal Aksesori
Intinya, pernyataan itu tidak mengonfirmasi model baru secara langsung. Kalimat “informasi lebih lanjut akan muncul di masa depan” biasanya dipakai saat perangkat masih dalam pengembangan internal.
Garis Waktu Rumor: Dari 2019 hingga Dugaan Rilis 2026
Setelah rilis Elite Series 2 pada 2019, jeda panjang membuat rumor 2025 mudah menyebar. Banyak laporan sepanjang 2025 menyebut pekerjaan pada penerus.
- Isyarat TGS membuka peluang hadirnya generasi baru controller premium.
- Minimnya detail menunjukkan fokus pada desain, pengujian, dan validasi fitur.
- Target rilis 2026 dianggap masuk akal, terutama jika diselaraskan dengan peluncuran konsol baru.
- Komunitas berharap peningkatan bahan, reliabilitas, dan fitur kustomisasi untuk mendukung game kompetitif.
Xbox Elite Series 3 OLED Screen: Apa yang Kita Ketahui dan Belum Dikonfirmasi

Pernyataan resmi pada TGS cenderung menjaga ruang untuk perkembangan lebih lanjut sebelum ada konfirmasi produk. Itu membuat banyak detail masih berupa spekulasi.
Konteks Wawancara Game Watch: “Lebih Banyak Informasi di Masa Depan”
Dalam wawancara, perwakilan menyatakan belum ada informasi produk yang bisa dibahas sekarang. Mereka menekankan fokus pada inovasi aksesori dan janji update di kemudian hari.
Yang Sudah Diketahui dan Belum Terverifikasi
- Ada indikasi kuat tim mengerjakan aksesori baru untuk menyegarkan lini premium sejak 2019.
- Spesifikasi teknis seperti keberadaan layar 1,5 inci, jenis panel, dan fungsi masih belum dikonfirmasi.
- Bahasa wawancara cenderung konservatif — umum saat proyek belum siap diumumkan.
- Jika layar benar ada, nilai tambahnya bergantung pada integrasi perangkat lunak: profil, makro, atau telemetri real-time.
- Komunitas disarankan menahan ekspektasi pada kosmetik dan menunggu pengumuman resmi sebelum membeli.
Secara pragmatis, fokus pada daya tahan, ergonomi, dan konsistensi input kemungkinan jadi prioritas. Sampai ada konfirmasi, segala detail teknis harus diperlakukan sebagai rumor.
Layar OLED di Controller: Rumor 1.5 Inci vs Fakta ROG Raikiri Pro 1.3 Inci

Pasar aksesori menunjukkan tren menarik: layar kecil pada controller mulai muncul sebagai fitur fungsional, bukan sekadar pajangan.
Spekulasi 1,5 inci pada generasi mendatang perlu ditimbang dengan contoh nyata yang sudah ada. Raikiri Pro membawa panel 1,3 inci beresolusi 128×40 yang menampilkan status baterai, mikrofon, pairing, dan pergantian profil.
Manfaat dan Keterbatasan dari Layar Mini
Layar kecil memudahkan cek cepat tanpa keluar dari permainan. Ini berguna untuk melihat profil atau status koneksi saat sesi kompetitif.
Namun, kelebihan visual harus diimbangi konsumsi daya dan ergonomi. Informasi praktis jadi penentu, bukan sekadar animasi.
Perbandingan Singkat dengan ROG Raikiri Pro
Raikiri Pro menunjukkan fungsi nyata: animasi dan teks kustom, tri-mode konektivitas, empat tombol belakang, trigger lock, serta dukungan aplikasi Armoury Crate.
| Fitur | ROG Raikiri Pro (1,3″) | Spekulasi 1,5″ pada elite series | Catatan |
|---|---|---|---|
| Ukuran layar | 1,3 inci (128×40) | 1,5 inci (rumor) | +0,2 inci mungkin tingkatkan keterbacaan |
| Konektivitas | 2.4GHz, Bluetooth 5.0, USB-C | Harapan: tri-mode lengkap | Kompatibilitas konsol perlu klarifikasi |
| Fungsi layar | Status baterai/mic, profil, animasi | Profil dan telemetri potensial | Software pendamping penting |
| Fitur kompetitif | 4 tombol belakang, trigger custom | Harus hadir untuk relevansi kompetitif | Remap lewat aplikasi jadi standar |
Relevansi untuk Fitur Controller Mendatang
Jika fitur audio seperti ESS DAC ditambahkan, nilai tambah akan terasa untuk pengguna yang mengutamakan kualitas suara lewat jack 3,5 mm.
Perlu diingat, dukungan perangkat dan perangkat lunak menentukan seberapa berguna layar kecil tersebut dalam rutinitas gaming sehari-hari.
Untuk info terkait dukungan pada TV, lihat informasi dukungan TV.
Dampak bagi Gamer Indonesia: Ekspektasi Harga, Kompatibilitas, dan Ekosistem Gaming
Bagi pemain di Indonesia, rumor tentang kontroler generasi berikutnya menimbulkan pertanyaan praktis. Harga akhir, dukungan resmi, dan layanan purna jual akan menentukan apakah banyak orang upgrade atau menunggu.
Harapan Komunitas: Controller untuk game kompetitif dan kustomisasi
Komunitas menaruh harap pada fitur yang benar-benar berdampak pada performa: konsistensi input, tombol belakang, dan opsi trigger lock.
- Perkiraan harga bisa selevel atau di atas $179,99 setelah bea dan kurs lokal, sehingga banderol ritel cenderung tinggi.
- Kompatibilitas nirkabel dan fungsi lanjutan perlu dikonfirmasi; beberapa fitur di perangkat pihak ketiga tidak selalu bekerja penuh pada konsol.
- Ekosistem aksesori lokal—spare part, modul stick, dan garansi—sering jadi penentu keputusan pembelian.
- Software pendamping yang mudah dipahami, idealnya punya dukungan bahasa Indonesia, akan mempercepat adopsi fitur kustom.
| Aspek | Perkiraan | Catatan |
|---|---|---|
| Harga | Selevel/di atas Elite Series 2 | Termasuk pajak dan distribusi |
| Kompatibilitas | Tri-mode kemungkinan penting | Cek dukungan resmi untuk tiap fitur |
| Ekosistem | Spare part & garansi | Ketersediaan lokal menentukan nilai |
Kesimpulan
Spekulasi soal controller premium terus berkembang meski detail resmi masih disimpan rapat. Untuk sekarang, klaim tentang elite series tetap berada di ranah rumor dan perlu bukti lebih lanjut.
Contoh nyata seperti ROG Raikiri Pro menunjukkan layar kecil pada controller punya manfaat praktis. Itu memberi tolok ukur realistis bagi ekspektasi fitur dan fungsi.
Jika peluncuran memang diarahkan ke 2026, kemungkinan produk diselaraskan dengan perangkat baru untuk efektivitas promosi. Gamer di Indonesia sebaiknya menunggu konfirmasi resmi dan mengevaluasi kebutuhan upgrade berdasarkan fungsi yang benar-benar meningkatkan performa.
Kami akan memperbarui artikel ini saat ada pengumuman resmi, termasuk rincian kompatibilitas, harga lokal, dan ketersediaan.



