Contoh Soal PISA 2025 Matematika, Literasi, dan Sains: Tingkat Kesulitan yang Sesungguhnya

Jakarta – Hasil skor Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia untuk tahun 2025 menunjukkan stagnasi yang mencolok. Meskipun mengalami peningkatan 6 poin dalam kemampuan literasi membaca dan sains, skor untuk matematika justru mengalami penurunan. Skor matematika Indonesia tercatat turun dua poin menjadi 364, sementara pada PISA 2022, skor tersebut berada di angka 366. Penurunan ini menjadi sorotan karena PISA tidak hanya menguji kemampuan menghafal, melainkan juga menilai sejauh mana siswa berusia 15 tahun dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam situasi kehidupan nyata. Dengan demikian, bagaimana sebenarnya bentuk soal PISA yang mengharuskan siswa untuk memiliki kemampuan bernalar dan memecahkan masalah?
Memahami Soal PISA 2025
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Rahmawati, memperkenalkan beberapa contoh soal PISA 2025. Dari contoh tersebut, terlihat bahwa siswa tidak hanya dituntut untuk memahami konsep, tetapi juga harus mampu membaca informasi, memilah data, dan menarik kesimpulan dari berbagai sumber. Hal ini menuntut keterampilan berpikir kritis yang semakin penting di era informasi saat ini.
Soal Sains: Simulasi Interaktif
Salah satu contoh soal sains dalam PISA 2025 meminta siswa untuk berinteraksi dengan simulasi mengenai fenomena petir. Dalam simulasi berbasis komputer ini, siswa dihadapkan pada dua variabel yang dapat dimodifikasi: energi yang dihasilkan oleh sambaran petir dan jarak antara petir dan pengamat. Mereka harus menentukan apakah energi yang dihasilkan berada pada tingkat rendah, sedang, atau tinggi, serta memilih jarak observasi, seperti 2 kilometer atau 10 kilometer. Setelah kondisi ditetapkan, simulasi akan menghasilkan data yang menunjukkan waktu antara pengamatan sambaran petir dan suara guruh yang menyusul.
Dengan pendekatan ini, siswa dapat melihat secara langsung bagaimana perubahan dalam kondisi mempengaruhi hasil yang diperoleh. Rahmawati menjelaskan bahwa model soal ini dimungkinkan berkat format PISA yang berbasis komputer, yang memungkinkan interaksi yang lebih dinamis dibandingkan dengan metode kertas tradisional.
Soal Literasi Membaca: Menganalisis Dua Sudut Pandang
Di sisi lain, tantangan dalam literasi membaca juga cukup menarik. Dalam contoh soal PISA 2025, siswa diminta untuk menganalisis dua bacaan yang dibuka dalam dua tab berbeda. Kedua bacaan tersebut membahas tema konsumsi susu, namun dari perspektif yang bertentangan. Artikel pertama berjudul “Susu Cempaka” mengajak pembaca untuk mengonsumsi susu dengan berbagai manfaat yang ditekankan. Sebaliknya, artikel kedua, “Katakan Tidak pada Susu Sapi,” menguraikan alasan mengapa seseorang sebaiknya menghindari susu sapi.
Siswa dituntut untuk tidak hanya memahami salah satu teks, tetapi juga untuk membandingkan kedua bacaan dan memahami bahwa satu isu dapat memiliki berbagai sudut pandang. Rahmawati menekankan bahwa kemampuan ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana informasi mengenai isu yang sama dapat ditemukan dari berbagai sumber dengan perspektif yang berbeda-beda.
Soal Matematika: Lebih dari Sekadar Perhitungan
Dalam konteks literasi matematika, siswa tidak sekadar diberikan angka dan diminta untuk menghitung. Salah satu contoh soal yang diberikan berkaitan dengan penjualan Digital Versatile Disc (DVD) yang menunjukkan tren penurunan. Siswa diminta untuk memperkirakan kapan penjualan DVD akan mencapai sekitar 1 juta unit, dengan asumsi penurunan penjualan berlangsung secara linier. Ini adalah tantangan yang menguji kemampuan mereka untuk menerjemahkan masalah sehari-hari ke dalam model matematika.
Rahmawati menjelaskan bahwa soal semacam ini masuk dalam kategori pertanyaan tingkat 4 atau 5, bukan sekadar tingkat 2. Di sini, kemampuan siswa untuk memilah informasi menjadi sangat penting. Persoalan menjadi lebih kompleks jika mereka terjebak pada angka-angka yang tampak rumit dalam grafik. Siswa perlu memahami bahwa tidak semua informasi dalam soal harus diperlakukan dengan cara yang sama; mereka harus bisa mengidentifikasi informasi kunci yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah.
Memahami Kompleksitas Soal PISA
Contoh soal PISA tersebut menggambarkan mengapa meraih skor tinggi dalam asesmen ini bukanlah hal yang mudah. Tantangannya bukan hanya seberapa banyak rumus atau fakta yang diingat, tetapi seberapa efektif siswa dapat menerapkan pengetahuan mereka dalam menghadapi masalah baru. Mereka diharapkan mampu membaca berbagai informasi, memilah yang relevan, memahami sudut pandang yang berbeda, dan menerjemahkan persoalan sehari-hari menjadi model yang dapat digunakan untuk menemukan solusi.
Kemampuan bernalar dan memecahkan masalah ini menjadi tantangan besar dalam pendidikan di Indonesia. Dengan PISA 2025 yang semakin mendekat, penting bagi siswa untuk mempersiapkan diri agar dapat menghadapi tantangan tersebut dengan baik. Di sinilah peran pendidikan dan pengajaran yang efektif menjadi sangat krusial.
Kesimpulan: Mempersiapkan untuk PISA 2025
Dengan berfokus pada contoh soal PISA 2025, kita dapat melihat bahwa pendidikan saat ini tidak hanya tentang menghafal informasi, tetapi lebih kepada bagaimana siswa dapat menggunakan pengetahuan mereka dalam konteks yang lebih luas. Dengan pendekatan yang interaktif dan berbasis pada situasi nyata, siswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuan yang lebih baik dalam analisis, sintesis, dan evaluasi informasi.
Menjelang PISA 2025, penting bagi kita semua untuk menyadari tantangan yang dihadapi oleh siswa. Dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat kemampuan berpikir kritis, kita dapat membantu generasi mendatang untuk lebih siap menghadapi dunia yang kompleks dan penuh tantangan ini.
➡️ Baca Juga: TNI Dikerahkan untuk Memperkuat Pencegahan Kebakaran Hutan di Kaltim
➡️ Baca Juga: Menjelajahi Keindahan Kota Wamena dari Ketinggian Tugu Salib yang Menakjubkan




