pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

slot depo 10k slot depo 10k
Daerah

Pemkot Sawahlunto Gelar Event SISSCa untuk Meningkatkan Nilai Ekonomi Songket

Pemerintah Kota Sawahlunto di Sumatera Barat baru-baru ini meluncurkan sebuah inisiatif yang bertujuan untuk mengangkat dan meningkatkan nilai ekonomi dari Songket Silungkang. Melalui acara yang dikenal sebagai Sawahlunto International Songket Silungkang Carnaval (SISSCa), Pemkot berusaha untuk mengintegrasikan tradisi dengan inovasi desain serta pengembangan fesyen modern. Acara ini bukan hanya sekedar perayaan budaya, tetapi juga sebagai platform untuk memperkenalkan dan memasarkan produk songket kepada generasi muda.

Kreativitas Desainer dalam SISSCa

Ny. Dianita Maulin Vasco, Wakil Ketua Dekranasda Sumatera Barat, mengungkapkan bahwa kreativitas para desainer yang terlibat dalam SISSCa adalah cerminan dari upaya mereka untuk mengadaptasi songket dengan perkembangan tren dan preferensi pasar saat ini. Terutama, fokus mereka adalah kepada kalangan milenial dan Gen Z, yang menjadi segmen konsumen yang semakin dominan di pasar fesyen.

“Dalam SISSCa, kita melihat desainer berinovasi dengan menciptakan berbagai gaya songket yang sesuai dengan selera pasar saat ini. Ini sangat positif untuk pertumbuhan pasar ekonomi kreatif yang berbasis pada warisan budaya kita,” jelasnya. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik songket sebagai produk yang relevan dan modern.

Event yang Mempesona di SISSCa 2026

SISSCa 2026, yang diakui sebagai salah satu Kharisma Event Nusantara (KEN), mengusung tema “Songket in Innovation and Luxury”. Acara ini melibatkan 72 peserta yang berkompetisi untuk menampilkan kreativitas mereka dalam menggunakan bahan songket Silungkang.

Karnaval ini diadakan di lokasi strategis, mulai dari kawasan Pasar Remaja hingga Terminal Sawahlunto, yang terletak di kawasan kota tua. Peserta menampilkan berbagai desain busana yang terbuat dari songket Silungkang, mengeksplorasi corak dan warna yang beragam untuk memikat pengunjung.

Komitmen Pemkot Sawahlunto terhadap Songket Silungkang

Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki komitmen yang kuat dalam mendukung pengembangan Songket Silungkang. Ia menyatakan bahwa Pemkot akan terus memperhatikan dan memfasilitasi kegiatan yang bertujuan untuk melestarikan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi bagi para penenun dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terkait.

“Kami bertekad untuk menjaga agar Songket Silungkang tetap hidup dan relevan, dengan memberikan dukungan yang diperlukan untuk meningkatkan nilai ekonominya,” ujar Riyanda. Ini menunjukkan bahwa Pemkot memahami pentingnya keberlanjutan tradisi dan dampaknya terhadap perekonomian setempat.

Dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Evaluasi KEN

Sekretaris Deputi Bidang Penyelenggaraan Event Kementerian Pariwisata, Titik Lestari, menambahkan bahwa SISSCa telah menunjukkan komitmen yang konsisten untuk meningkatkan kualitas dan nilai ekonomi, khususnya untuk sektor UMKM dalam ekonomi kreatif. Evaluasi yang dilakukan oleh tim Kharisma Event Nusantara selama beberapa tahun terakhir menunjukkan kemajuan yang signifikan.

“Dari evaluasi yang kami lakukan, SISSCa menunjukkan dedikasi yang kuat dalam meningkatkan kualitas dan nilai ekonomi, terutama bagi sektor UMKM ekraf,” ungkapnya. Hal ini menunjukkan bahwa acara ini bukan hanya bermanfaat untuk promosi budaya, tetapi juga secara langsung berdampak pada ekonomi lokal.

Inisiatif Pembelian Kain Songket

Pada bulan Agustus yang lalu, tim Kementerian Pariwisata juga berpartisipasi aktif dengan melakukan pembelian 40 lembar kain Songket Silungkang. Kain-kain tersebut digunakan sebagai bahan untuk pakaian yang dikenakan oleh jajaran pejabat Kementerian Pariwisata dalam peringatan HUT RI ke-78 pada tanggal 17 Agustus.

  • Meningkatkan kesadaran tentang produk lokal.
  • Mendorong pemanfaatan songket dalam acara resmi.
  • Memberikan dukungan langsung kepada pengrajin songket.
  • Memperkuat citra budaya Indonesia di tingkat nasional.
  • Menjaga tradisi songket agar tetap hidup di kalangan generasi muda.

Dukungan dari Berbagai Pihak

SISSCa mendapatkan dukungan yang signifikan dari Kementerian Pariwisata sebagai salah satu acara dalam program Kharisma Event Nusantara. Selain itu, anggota DPRD Sumatera Barat, Masrisal, juga memberikan dukungan melalui dana pokok pikiran. Anggaran dari APBD Kota Sawahlunto untuk tahun 2026 juga dialokasikan untuk mendukung acara ini, beserta berbagai sponsor lainnya yang berkontribusi terhadap kesuksesan SISSCa.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, SISSCa diharapkan dapat berkontribusi pada penguatan ekonomi lokal dan pelestarian budaya. Acara ini tidak hanya menjadi ajang pameran fesyen, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat tentang nilai dan keindahan songket Silungkang.

Pentingnya Pelestarian Budaya dalam Ekonomi Kreatif

Kehadiran SISSCa menjadi sangat penting dalam konteks pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Melalui acara ini, masyarakat dapat lebih memahami dan menghargai warisan budaya yang dimiliki. Selain itu, dengan berfokus pada inovasi dalam desain, songket dapat bersaing dengan produk fesyen modern lainnya.

Inisiatif ini juga memberikan ruang bagi para desainer muda untuk berekspresi dan berinovasi, sehingga dapat menarik perhatian pasar yang lebih luas. Dengan demikian, SISSCa tidak hanya berfungsi sebagai festival, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi yang berbasis pada budaya.

Manfaat Jangka Panjang dari SISSCa

Melalui pelaksanaan SISSCa, ada harapan untuk menciptakan dampak jangka panjang bagi perekonomian lokal dan industri kreatif di Sawahlunto. Beberapa manfaat yang diharapkan dari acara ini antara lain:

  • Peningkatan pengetahuan dan keterampilan bagi para penenun dan desainer.
  • Peningkatan daya tarik wisatawan yang tertarik pada budaya lokal.
  • Perluasan jaringan dan kolaborasi antar pelaku industri kreatif.
  • Penguatan identitas budaya daerah di tingkat nasional dan internasional.
  • Peningkatan pendapatan bagi UMKM yang terlibat dalam produksi songket.

Dengan semua dukungan dan inisiatif yang ada, SISSCa diharapkan dapat menjadi salah satu acara tahunan yang dinantikan, tidak hanya oleh masyarakat Sawahlunto tetapi juga oleh para pecinta fesyen dan budaya di seluruh Indonesia.

➡️ Baca Juga: Panduan Memilih HP Bekas yang Tahan Lama, Jangan Hanya Fokus pada Prosesornya

➡️ Baca Juga: Kematian Huru dan Hara di Bandung Zoo, Ono Surono Soroti Kelalaian Pemkot dan Kementerian

Related Articles

Back to top button