Ribuan Anak di Cimahi Tidak Sekolah: Identifikasi Penyebab dan Solusi Masalahnya

Di Kota Cimahi, ribuan anak yang seharusnya mengikuti pendidikan dasar masih tercatat sebagai Anak Tidak Sekolah (ATS). Data terakhir menunjukkan bahwa jumlah ATS mencapai 4.301 anak, yang terhalang untuk berpartisipasi dalam pendidikan formal karena berbagai alasan. Situasi ini memicu keprihatinan di kalangan masyarakat dan pemerintah, yang berupaya mencari solusi untuk mengatasi masalah ini.
Memahami Kondisi Anak Tidak Sekolah di Cimahi
Ketua Komisi IV DPRD Kota Cimahi, Ike Hiklmawati, menjelaskan situasi ATS dalam kunjungan mereka ke Dinas Pendidikan. Dari total 4.301 anak yang terdaftar sebagai ATS, saat ini 1.524 anak telah terverifikasi, sementara 2.777 anak lainnya masih menunggu proses verifikasi selesai.
Rincian Data Anak Tidak Sekolah
Dari 1.524 anak yang sudah terverifikasi, sebanyak 734 di antaranya terdaftar dalam program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Sementara itu, status pendidikan dari ribuan anak ATS lainnya masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut untuk memastikan apakah mereka benar-benar tidak bersekolah.
Penyebab Tingginya Angka Anak Tidak Sekolah
Ike mengungkapkan bahwa tidak semua anak dalam kategori ATS benar-benar tidak bersekolah. Salah satu masalah utama yang diidentifikasi adalah ketidakcocokan data antara sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan Education Management Information System (EMIS). Hal ini berpotensi menciptakan kesalahan dalam pencatatan status pendidikan anak.
“Salah satu penyebab tingginya angka ATS adalah ketidakterhubungan antara Dapodik dan EMIS. Banyak anak yang sebenarnya belajar di pesantren tetapi tercatat tidak bersekolah,” jelas Ike pada 5 Oktober 2026.
Data yang Tidak Sinkron Menjadi Kendala
Ike berpendapat bahwa masalah sinkronisasi data ini menjadi faktor signifikan yang memengaruhi jumlah anak yang terdaftar sebagai ATS. Anak-anak yang seharusnya terdaftar dalam program pendidikan di pesantren bisa saja tetap masuk dalam daftar ATS jika data mereka belum terintegrasi dengan sistem pendidikan yang ada.
Upaya Verifikasi dan Validasi Data
Untuk memastikan keakuratan angka ATS, Dinas Pendidikan bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Dinas Sosial, serta aparat dari kecamatan dan kelurahan terus melakukan proses verifikasi dan validasi data. Langkah ini diambil agar informasi yang dihimpun dapat mencerminkan kondisi yang sebenarnya di lapangan.
Penyebab Lain Anak Tidak Sekolah
Ike menekankan bahwa masalah ATS tidak hanya berkaitan dengan kondisi ekonomi keluarga. Hasil pendataan menunjukkan bahwa ada beberapa kategori yang menyebabkan anak terdaftar sebagai ATS.
- Belum Pernah Bersekolah (BPB)
- Drop Out atau Putus Sekolah (DO)
- Lulus tetapi Tidak Melanjutkan Pendidikan (LTM)
- Kurangnya aksesibilitas pendidikan
- Faktor risiko sosial dan lingkungan
“Penyebab anak tidak bersekolah tidak hanya terbatas pada masalah ekonomi. Ada banyak faktor lain yang juga berkontribusi terhadap kondisi ini,” tambah Ike.
Penanganan yang Perlu Diterapkan
Menanggapi kondisi ini, diperlukan pendekatan yang lebih terarah dan terukur. Pemerintah dan pihak terkait harus melakukan pendataan yang lebih akurat dan memahami konteks masing-masing anak yang terdaftar sebagai ATS. Dengan demikian, program intervensi dan solusi yang tepat dapat diterapkan.
Langkah-Langkah Strategis
Beberapa langkah strategis yang dapat dipertimbangkan meliputi:
- Peningkatan kapasitas sistem Dapodik dan EMIS untuk sinkronisasi data.
- Penyuluhan kepada orang tua mengenai pentingnya pendidikan bagi anak.
- Penyediaan akses pendidikan yang lebih baik dan terjangkau.
- Program bantuan pendidikan bagi keluarga kurang mampu.
- Kolaborasi dengan lembaga pendidikan non-formal untuk menjangkau anak-anak yang tidak terdaftar.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan angka ATS di Cimahi dapat berkurang secara signifikan, dan setiap anak memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Kesimpulan
Masalah anak tidak sekolah di Cimahi adalah isu kompleks yang memerlukan perhatian serius dari semua pihak. Dengan memahami penyebab yang mendasari dan melakukan verifikasi serta validasi data yang tepat, kita bisa bersama-sama menciptakan solusi yang efektif untuk memastikan setiap anak mendapatkan pendidikan yang mereka butuhkan. Setiap langkah yang diambil akan membawa dampak positif bagi masa depan anak-anak dan masyarakat Cimahi secara keseluruhan.
➡️ Baca Juga: 130 Orang Belum Ditemukan Pasca Kecelakaan Virgo Transport 8 di Lokasi Terjadi
➡️ Baca Juga: Indonesia Kuasai Penguasaan Bola 55%, Namun Bulgaria Kalahkan di GBK – Analisis Statistik



