The Panturas Mengguncang Panggung Internasional Seperti Timnas Indonesia

Jakarta – Band surf rock yang berasal dari Jatinangor, The Panturas, memandang diri mereka sebagai representasi tim nasional Indonesia ketika tampil di panggung internasional. Dalam sebuah wawancara, bassist The Panturas, Gogon, mengungkapkan bahwa membawa nama baik negara ke luar negeri merupakan sebuah tanggung jawab besar bagi seluruh anggota band. “Ketika kami tampil di luar negeri, seperti di Singapura hingga Jepang (Fuji Rock), kami terdaftar sebagai ‘The Panturas – Indonesia.’ Jadi, kami merasa seolah-olah menjadi tim nasional,” ujar Gogon.
Mentalitas Tampil di Panggung Internasional
Gogon mengibaratkan pengalaman tampil di luar negeri mirip dengan para pemain tim nasional sepak bola Indonesia yang bertanding dalam laga tandang. Hal tersebut mendorong The Panturas untuk selalu menghadirkan penampilan terbaik demi menjaga citra musik Indonesia. “Saya berusaha berpikir, bagaimana caranya agar saya bisa tampil sebaik Rizky Ridho di luar negeri? Karena penonton asing bisa saja beranggapan bahwa jika penampilan kami kurang bagus, mereka mungkin berpikir bahwa semua band Indonesia tidak berkualitas,” jelasnya. “Jadi, kami merasa seperti pemain timnas yang sedang menjalani away day,” tambahnya.
Kesadaran ini membuat mereka menyadari bahwa setiap penampilan akan memberikan dampak pada persepsi penonton internasional terhadap industri musik Tanah Air. “Kami membawa bendera Indonesia dan kami tidak ingin membuat malu,” tegas Gogon.
Tradisi Menyapa Penonton Internasional
Salah satu momen yang paling berkesan bagi Gogon selama perjalanan The Panturas dalam tur luar negeri adalah saat mereka pertama kali tampil di Singapura. “Momen paling mengesankan bagi saya adalah saat kami melakukan konser pertama di luar negeri, yaitu di Singapura,” kenangnya. Ia menjelaskan bahwa sejak awal berdirinya band pada tahun 2017, mereka telah menjaga tradisi tertentu. “The Panturas selalu memulai setiap set dengan menyapa, ‘Jeng! Halo, kami The Panturas dari Jatinangor!’ Kami selalu melakukan ini di setiap penampilan kami dari awal hingga sekarang,” tambahnya.
Tradisi memperkenalkan daerah asal mereka tetap dipertahankan di berbagai panggung internasional. “Setiap kali kami memiliki kesempatan tampil di Singapura, Malaysia, Taiwan, Thailand, dan Jepang, kami selalu menyampaikan hal yang sama. Saya merasa momen tersebut sangat spesial,” ungkap Gogon.
Tantangan yang Dihadapi Musisi Lokal
Tidak hanya berbagi pengalaman di kancah internasional, The Panturas juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh musisi lokal. Mereka menyebutkan potensi besar yang dimiliki musik Indonesia, namun masih terhambat oleh berbagai regulasi dan kurangnya dukungan dalam pengurusan visa. Hal ini menjadi salah satu isu penting yang perlu diperhatikan untuk memajukan industri musik lokal.
- Regulasi yang rumit untuk penampilan di luar negeri
- Minimnya dukungan dalam pengurusan visa untuk musisi
- Kesulitan dalam menjangkau audiens internasional
- Persepsi negatif terhadap musik Indonesia di luar negeri
- Kurangnya promosi untuk musisi lokal di panggung internasional
Dalam wawancara tersebut, Gogon menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan industri musik, untuk membantu musisi Indonesia lebih dikenal di kancah global.
Perlunya Dukungan untuk Musisi Indonesia
Gogon menambahkan bahwa dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait sangat penting untuk memfasilitasi musisi lokal. “Kalau kita ingin musik Indonesia dikenal di luar negeri, kita harus saling mendukung. Dari pengurusan visa hingga promosi, semuanya perlu diperhatikan,” ujarnya. Hal ini sesuai dengan harapan mereka untuk melihat lebih banyak musisi Indonesia tampil di panggung internasional.
Band ini juga berharap agar semakin banyak acara musik yang dapat menjangkau audiens internasional. “Dengan banyaknya festival musik yang terjadi di luar negeri, kami ingin melihat lebih banyak band Indonesia yang tampil dan memberikan penampilan terbaik mereka,” kata Gogon.
Peran Media dalam Meningkatkan Eksposur
Media juga memiliki peran penting dalam meningkatkan eksposur bagi musisi Indonesia. Dengan liputan yang lebih luas, diharapkan akan ada lebih banyak perhatian terhadap karya-karya musisi Tanah Air. “Kami membutuhkan media untuk membantu menyebarkan informasi tentang musik Indonesia. Dengan begitu, penonton internasional dapat lebih mengenal dan menghargai karya kami,” jelas Gogon.
Dukungan dari media diharapkan dapat menciptakan peluang baru bagi The Panturas dan musisi lainnya untuk mengeksplorasi lebih banyak panggung internasional. “Setiap penampilan kami adalah kesempatan untuk menunjukkan betapa beragam dan berkualitasnya musik Indonesia,” tambahnya.
Harapan untuk Masa Depan Musik Indonesia
The Panturas optimis bahwa dengan adanya dukungan yang tepat, musik Indonesia akan semakin diterima di kancah internasional. “Kami percaya bahwa musik Indonesia memiliki potensi besar. Kami berharap bisa menjadi bagian dari perubahan itu dan menginspirasi lebih banyak musisi untuk berani tampil di luar negeri,” tutup Gogon.
Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, The Panturas terus berjuang untuk membawa nama Indonesia ke pentas dunia. Mereka tidak hanya berusaha untuk sukses secara pribadi, tetapi juga untuk menciptakan jalan bagi generasi musisi berikutnya agar bisa lebih dikenal di kancah internasional. Semoga harapan dan kerja keras mereka dapat terwujud, dan musik Indonesia semakin bergaung di seluruh dunia.
➡️ Baca Juga: Wali Kota Bogor Lantik Dua Direksi Perumda Tirta Pakuan: Tantangan Besar di Depan
➡️ Baca Juga: Reza Rahadian Soroti Dedikasi Luna Maya dalam Perannya Sebagai Suzzanna untuk Penghargaan



